30 Agustus 2021

Muhammad Fauzi Minta PUPR Prioritaskan Infrastruktur Daerah Bencana Pasca Banjir di Masamba

Berita Golkar - Anggota DPR RI Muhammad Fauzi meminta Kementerian PUPR memprioritaskan pembangunan infrastruktur daerah pascabencana di tahun 2022. Fauzi menyoroti masih rendahnya serapan anggaran tahun 2021. Legislator dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan III ini menilai potensi serapan yang rendah bisa berulang di tahun 2022 mendatang.

Dapil Sulsel III meliputi Kabupaten Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo.

Untuk itu, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Sekjen Kementerian PUPR, anggota Fraksi Partai Golkar ini meminta kepada Kementerian PUPR memaksimalkan penggunaan anggaran dengan memprioritaskan infrastruktur di daerah bencana.

Baca Juga: Mukhtarudin Bantu Rp.75 Juta Untuk Pembangunan Asrama Ponpes Darul Falah Kotawaringin Barat

Fauzi mencontohkan di Dapil Sulsel III khususnya Luwu Utara yang masih membutuhkan perhatian terkait infrastruktur pasca banjir Masamba.

"Contoh di dapil saya itu pak, Sulsel III yang masih butuh banyak perhatian untuk infrastruktur. Ini perlu mendapat prioritas karena daerah pasca bencana banjir Masamba," katanya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Sekjen Kementrian PUPR dan sejumlah Dirjen, Senin (30/8/2021).

Apalagi, lanjut Fauzi, kondisi cuaca khususnya di Timur Indonesia saat ini sedang tidak bersahabat. Sungai yang dalam proses normalisasi kembali ke kondisi semula seperti saat bencana. "Jadi jika tidak mendapat perhatian serius, kondisi ini bisa terus berlarut-larut," katanya.

Kementerian PUPR kini dalam tahap pembangunan tanggul sementara di tiga anak sungai Masamba untuk mengantisipasi banjir kembali.

Baca Juga: Meresahkan Masyarakat, Andi Rio Idris Padjalangi Minta Polisi dan OJK Sinergi Berantas Pinjol Ilegal

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan penanganan pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan yang terjadi pada Senin (13/7/2020) lalu akibat luapan air Sungai Masamba, Sungai Radda (anak Sungai Masamba) , dan Sungai Rongkong.

Sejak masa tanggap darurat, Kementerian PUPR masih mengoperasikan 30 unit excavator, 4 unit Dozer, 29 unit Dump Truck, dan 22 pompa air alkon ke enam kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Malangke Barat, dan Malangke serta di Desa Radda yang paling parah kondisi akibat banjir bandang.

Sebelumnya PUPR Basuki Hadimuljono telah menginstruksikan agar lumpur pasir yang dibersihkan dari Menteri dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam geobag untuk digunakan menjadi tanggul sementara di bantaran tiga sungai (Radda dan Masamba) agar tidak terjadi luapan material dari sungai-sungai tersebut terjadi saat hujan di hulu .

Baca Juga: Ini 3 Alasan Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Tak Ikut Interpelasi Anies Baswedan Terkait Formula E

"Untuk penanganan permanen nantinya dilakukan normalisasi sungai dengan pengerukan, perbaikan alur sungai dan pembuatan tanggul sungai dengan struktur permanen," kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, saat ini mencoba tengah mengerjakan tanggul sementara pada Sungai Masamba sepanjang 3.350 meter, Sungai Radda (anak Sungai Masamba) sepanjang 2.000 meter, Sungai Rongkong sepanjang 1.218 meter, dan pembangunan intake dan jaringan air baku Maipi.

Saat ini progres pekerjaan pembangunan tanggul sementara telah mencapai 64,83 %. Pekerjaan tanggul sementara di Sungai Radda mencakup pembuatan geotekstil/tanggul di kiri maupun kanan, dan Rip-Rap aliran sungai telah dimulai sejak 30 Juli 2020.

Baca Juga: Blusukan Dari Rumah Ke Rumah, Irwan Hunawa Bagikan Sembako Untuk Warga Kota Gorontalo

Tercatat hingga 5 September 2020 pekerjaan tersebut sudah tertangani sepanjang 1.021 meter. Untuk di Sungai Masamba, pekerjaan tanggul sementara dan pembuatan geotekstil di kiri (1.800 m) dan kanan (1.550 m) aliran sungai sudah terpasang secara keseluruhan sepanjang 3.335 meter.

Sebanyak 6 unit excavator, 1 unit bulldozer, 5 unit dump truck untuk mencari sedimen di Sungai Masamba. Selanjutnya untuk pekerjaan tanggul sementara di Sungai Rongkong dan pembuatan Geotextile/tanggul pada kiri (168 m) dan kanan (1.050 m) aliran sungai telah dilaksanakan sepanjang 1.435 meter dari rencana 1.218 meter.

Total 8 unit excavator dan 3 unit bulldozer dikerahkan untuk memperbesar sedimen Sungai Rongkong, dan 2 unit excavator untuk pemasangan geotextile.

Baca Juga: Terpilih Lagi Pimpin Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Btara Berambisi Hilangkan Faksi di Internal

Selain itu dilakukan pekerjaan pembuatan Intake dan Jaringan Air Baku Maipi berupa broncaptering, pengadaan pipa GIP 300 mm sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), pemasangan pipa GIP 300 mm sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), dan pembuatan 2 buah jembatan pelintas.

Dalam penanganan darurat, Kementerian PUPR juga didukung oleh PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya yang tengah melaksanakan pembangunan Daerah Irigasi Baliase di dekat lokasi bencana sehingga memudahkan memobilisasi alat berat dan personel. {makassar.tribunnews}

fokus berita : #Muhammad Fauzi