02 September 2021

Data Masyarakat Bocor Lagi, Dave Laksono Desak Transparansi Dan Minta Pemerintah Berbenah

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono juga mendesak transparansi pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara utuh ke publik soal penanganan dugaan kebocoran data eHAC.

“Untuk meyakinkan masyarakat data yang sudah disimpan sekarang pasti aman. Jangan kemarin sudah bocor, ini bocor lagi,” ujar Dave kepada wartawan, Selasa (2/9/2021).

Dave juga menyarankan pemerintah untuk berbenah. Menurutnya, perlu ada perbaikan dalam sistem keamanan data yang dikelola pemerintah. “Harus ada peningkatan pengamanan di semua lini dan semua lembaga pemerintah untuk memastikan tidak terjadi kebocoran ini lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Gandung Pardiman Canangkan Gerakan Tanam Bawang Merah di Bulak Dusun Sambirejo, Gunungkidul

Sebelumnya, para peneliti siber dari vpnMentor mengungkap data lebih dari satu juta pengguna eHAC terekspos. Mereka menyebut aplikasi itu tidak memiliki privasi dan protokol keamanan data yang mumpuni.

Tim peneliti vpnMentor menyebut data yang diduga bocor meliputi nomor kartu tanda penduduk (KTP), paspor serta data dan hasil tes Covid-19, alamat, nomor telepon dan nomor peserta rumah sakit, nama lengkap, tanggal lahir, pekerjaan dan foto.

Kemenkes melakukan investigasi bersama BSSN setelah laporan itu. Mereka menyimpulkan tak ada koebocoran data pada aplikasi eHAC. “Kemenkes memastikan bahwa data masyarakat yang ada dalam sistem eHAC tidak bocor dan dalam perlindungan,” kata Anas dalam konferensi pers secara daring, Rabu (1/9). {realitarakyat}

fokus berita : #Dave Laksono