03 September 2021

Anggota Fraksi Golkar DPRD Pandeglang, Habibi Arafat Sidak Toilet SD Seharga Rp.104 Juta

Berita Golkar - Polemik pembangunan toilet SD seharga Rp 104 juta mengundang perhatian Komisi IV DPRD Pandeglang. Kamis (2/9/2021) kemarin, para anggota legislatif ini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan toilet yang berada di SD Salapraya 2 Kecamatan Jiput, Banten.

"Informasi tentang pembangunan toilet ini kan sempat rame yah, makanya kami langsung sidak ke sana untuk memastikan bagaimana kualitasnya," kata Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Habibi Arafat saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon di Pandeglang, Jumat (3/9/2021).

Dari hasil sidak kemarin, Habibi memastikan tidak ada masalah serius dalam pembangunan toilet tersebut. Komisi IV juga sudah meminta rincian anggaran kepada Dinas Pendidikan dan mempertanyakan kenapa anggaran pembangunan toilet itu bisa mencapai Rp 104 juta.

Baca Juga: Idah Syahidah Berhasil Perjuangkan Rp.3 Miliar Untuk Rutilahu dan Program Kearifan Lokal Gorontalo

"Saya awalnya sebelum lihat RAB sama aturannya itu juga beranggapan oh iya besar juga yah ini anggarannya. Tapi setelah melihat dan dijelaskan semuanya sama orang Dindik dan konsultan pengawasnya, ternyata enggak ada masalah," ucap Habibi.

"Jadi ternyata Rp 104 itu sudah termasuk pajak, kalau untuk pembangunannya itu hanya sekitar Rp 87 jutaan. Terus kan saya tanya kenapa bisa muncul harga segini, kata mereka itu juklak juknisnya dari pusat langsung yang menentukan. Bahkan awalnya dikasih pagu Rp 120 juta, setelah disesuaikan sama mereka jadilah Rp 104 juta itu untuk pembangunan satu toilet," tambahnya.

Meski demikian, politisi muda Partai Golkar ini tetap memberikan catatan kepada Dindik Pandeglang dan kontraktor proyek yang membangun toilet tersebut. Salah satunya, memerintahkan pihak kontraktor supaya merapikan kondisi toilet agar bisa digunakan secara maksimal oleh pihak sekolah.

Baca Juga: Bobby Rizaldi Minta Kasus Pelecehan Seksual Pegawai KPI Dibawa Ke Ranah Hukum

"Kalau yang sangat prinsip itu tidak ada, yah hanya saya sarankan plester yang tidak rapi dirapikan lagi sama ada yang rembes dari torennya itu harus diperbaiki. Saya rasa dengan ukuran 4x7 meter itu sudah sesuai, pihak kontraktor juga siap mempertanggungjawabkan sepenuhnya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Pandeglang membangun toilet di sejumlah SD. Anggaran untuk setiap toilet menggunakan dana alokasi khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang tahun ini. Nilainya cukup besar yaitu Rp 104 juta per satu toilet.

Data yang dihimpun detikcom, ada empat paket pembangunan toilet lengkap beserta sanitasinya untuk SD di Pandeglang. Di antaranya SDN Ciherang 2 di Kecamatan Picung, SDN Pejamben 1 di Kecamatan Carita, serta SDN Sikulan 3 dan SDN Salapraya 2 di Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten. {detik}

fokus berita : #Habibi Arafat