07 Oktober 2021

Elektabilitas Golkar Merangkak Naik, Nurul Arifin: Kepemimpinan Airlangga Bikin Partai Makin Solid

Berita Golkar - Hasil survey sebut elektabilitas Partai Golongan Karya (Golkar) naik. Elektabilitas Golkar Naik merupakan hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research Center. Hasil survei itu ditanggapi Wakil Ketua Umum, Koordinator Bidang Komunikasi dan Informasi, Partai Golkar, Nurul Arifin.

Kepada wartawan, Nurul Arifin sebut elektabilitas Partai Golkar naik karena dipimpin oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. "Di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto, partai menunjukkan soliditasnya" jelas Nurul Arifin, Kamis (7/10/2021).

Kata Nurul, sejak Airlangga Hartarto jadi ketua umum, Partai Golkar menunjukkan siloditasnya. Bahkan, lanjut Nurul, sistem bekerja Partai Golkar bekerja dengan baik, dari mulai tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, hingga ke pedesaan.

Baca Juga: Golkar dan PKB Jajaki Potensi Koalisi di Pilkada Serentak 2024 di Karanganyar

Maka itu, Nurul optimis elektabilitas Partai Golkar akan terus naik di masa mendatang. "Semua memiliki kepercayaan diri bahwa kita akan bisa maju bersama-sama," paparnya Nurul.

Seperti yang diketahui, hasil survei terbaru Saiful Mujani Research Consulting menunjukkan kecenderungannya setelah pemilu 2019. Elektabilitas Partai Golkar mengalami kenaikan dari 8,4 persen pada Maret 2020 jadi 11,3 persen pada September 2021.

Sementara dua partai besar pendukung seperti pemerintah PDIP cenderung melemah, dari 25,9 persen menjadi 22,1 persen pada periode yang sama. Demikian juga Partai Gerindra, yang menurun dari 13,6 persen jadi 9,9 persen di periode yang sama. Hal tersebut dipaparkan peneliti SMRC Deni Irvani, Rabu (07/10/2021).

Baca Juga: Impor Menggila, Mukhtarudin Minta Kemenkeu Perpanjang Kebijakan Safeguard Ubin dan Keramik

Hasil survei SMRC menunjukkan juga, jika pemilu diadakan sekarang (saat survei dilakukan), elektabilitas PDIP masih memimpin 22,1 persen, diikuti Partai Golkar 11,3 persen, PKB 10 persen, Gerindra 9,9 persen, Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan NasDem 4,2 persen.

Sementara partai-partai lain di bawah 3 persen, dan yang belum tahu 18,8 persen. Survei dilakukan SMRC pada periode 15-21 September 2021 lalu melalui wawancara tatap muka.

Pengambilan sampel dilakukan dengan multistage random sampling, yakni sebanyak 1220 responden dengan response rate 80 persen atau 981 responden berhasil diwawancara. Untun Margin of Error diperkirakan sebesar kurang lebih 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. {tribun}

fokus berita : #Nurul Arifin