12 November 2021

3 Figur Cawapres Incaran Golkar Untuk Dampingi Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

Berita Golkar - Tim Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar memasang tiga syarat bagi calon wakil presiden yang layak mendampingi Airlangga Hartarto sebagai calon presiden untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

1. Pendamping buat Airlangga dari tiga sosok

Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jawa Tengah-DIY, Iqbal Wibisono mengatakan ketiga syarat yang dimaksud adalah sosok yang merupakan tokoh politik, intelektual, dan religius.

"Dan untuk saat ini kita telah memanaskan mesin partai untuk bergerak memenangkan Pak Ketum sebagai calon presiden pada Pilpres tahun 2024. Kita belum membahas mengenai sosok wakilnya, tetapi dari dinamika politik yang berkembang saat ini, kita menginginkan pendamping bagi Pak Ketum adalah dia harus menjadi tokoh politik, orang itu juga harus tergolong intelektual dan yang terakhir religius," ujar Iqbal ketika dikonfirmasi, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga: Sangat Mendesak, Christina Aryani Harap RUU Perlindungan Data Pribadi Bisa Tuntas Segera

2. Golkar butuh tokoh yang mendulang suara maksimal buat Airlangga Hartarto

Menurut Iqbal, sosok tokoh politik bisa didapatkan dari kalangan kader parpol maupun dari unsur profesional. Tokoh politik yang dipilih, katanya juga tidak bisa sembarangan.

Iqbal menekankan pendamping bagi Airlangga Hartarto juga dilihat dari tingkat popularitasnya di tiap daerah sehingga bisa mengerek elektabilitas Airlangga Hartarto sebagai capres sekaligus mendulang suara yang maksimal bagi perolehan kursi Partai Golkar di tingkat pusat maupun wilayah Jateng dan DIY.

3. Golkar puji Ganjar sebagai tokoh yang populer

Baca Juga: Bukan Anies Baswedan, Tapi Golkar Bakal Dorong Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Pilgub DKI Jakarta

Soal kans Ganjar Pranowo sebagai calon pendamping Airlangga, Iqbal mengaku tidak mau terburu-buru mengusulkan nama polikus PDIP tersebut.

"Memang Pak Ganjar surveinya tinggi, dia sebagai gubernur maupun kader partai di Jateng juga sangat populer di mata masyarakat luas. Hanya saja yang perlu digarisbawahi kan kita sudah memutuskan Pak Ketum sebagai capres Golkar di tahun 2024. Nah, persoalan apakah Pak Ganjar nanti tidak dipakai sama partainya atau ada keputusan lain, itu akan dibahas sesuai mekanisme yang ada di internal Partai Golkar," terangnya.

Selain itu, ia mengungkapkan calon wakil presiden yang diusung oleh partainya berasal dari kalangan religius. Untuk syarat yang satu itu, Iqbal berkata, tidak menutup kemungkinan partainya akan menggandeng partai Islam. Hal tersebut berkaca pada hasil Pilpres 2019 kemarin yang secara mengejutkan memunculkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Golkar Belum Tentukan Sikap Soal Calon KSAD TNI, Christina Aryani: Dudung, Bakti Agus, Eko Semua Oke

"Siapa yang mengira Pak Ma'ruf yang tadinya tidak diprediksi, Pak Jokowi juga sempat cium tangan beliau pas ketemu di Unnes, tiba-tiba jadi wakilnya Pak Jokowi. Jadi, pada 2024 kemungkinan dengan partai Islam juga terbuka. Apalagi Golkar cukup menggandeng satu partai saja. Dengan PDIP sudah bisa mengusung pasangan sendiri, namun kalau dengan PPP jumlah syarat dukungannya masih kurang," cetusnya.

4. Golkar bidik kemenangan 60 persen di Jateng-DIY

Lebih lanjut, Iqbal bilang, partainya membidik pemenangan suara 60 persen untuk membawa Airlangga Hartarto sebagai presiden tahun 2024 nanti. Seluruh kader dan pengurus Golkar Jateng dan DIY sepakat mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres 2024.

Di Jawa Tengah dan DIY, partainya juga menargetkan mampu menaikan perolehan kursi pada Pileg 2024 agar jumlah kursi di tingkat DPRD provinsi bertambah dua kali lipat sekitar 24 kursi.

Baca Juga: Hari Pahlawan, Sarmuji Bersama Pengurus Golkar Jatim Silaturahim Ke Keluarga Veteran di Surabaya

"Untuk pemenangan Pilres kita targetkan menang 60 persen di Jawa Tengah dan DIY. Untuk perolehan kursinya, minimal bisa jadi 24 kursi atau naik dua kali lipat dari kondisi yang ada saat ini," terangnya. {jateng.idntimes}

fokus berita : #Airlangga Hartarto