25 November 2021

Hari Guru Nasional, Hetifah Apresiasi Perjuangan Guru Tetap Cerdaskan Bangsa Di Tengah Pandemi

Berita Golkar - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Hetifah Sjaifudian menyatakan apresiasi tinggi pada para guru yang terus mencerdaskan bangsa di tengah pandemi Covid-19. Hal itu Ia sampaikan saat menghadiri puncak acara peringatan Hari Guru Nasional di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (25/11/2032).

"Di tengah kesulitan pandemi, guru-guru kita terus berjuang tanpa kenal lelah. Saya menyaksikan sendiri berbagai inisiatif dan pengorbanan yang para guru lakukan demi melanjutkan proses pembelajaran kepada murid," kata Hetifah dikutip GoNEWS.co dari siaran resminya.

Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR RI pun mencontohkan bentuk perjuangan guru di masa pandemi. Di daerah pedalaman, kata Hetifah, "Para guru mendatangi rumah murid berkilometer jauhnya satu persatu. Hal ini dilakukan karena tidak ada radio dan internet," kata Hetifah.

Baca Juga: 4 Juta Data BPJS Tak Masuk Perbaikan DTKS, Dewi Asmara Kesal: Kok Kemensos Tenang-Tenang Saja?

Apresiasi juga disampaikan atas kesediaan para guru untuk terus belajar, utamanya terkait adaptasi dunia pendidikan di masa pandemi.

"Di Kalimantan Timur, ada beberapa daerah yang listriknya hanya menyala dari 6 sore-6 pagi, sinyal internet dan telpon juga sangat sulit. Di tengah keterbatasan tersebut, para guru tetap semangat mempelajari materi dan perkembangan kebijakan pendidikan dari pusat.

Guru-guru senior juga kembali belajar perangkat digital baik HP maupun laptop walau mungkin harus meminjam punya orang lain. Sebuah semangat yang luar biasa," tutur Hetifah.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Puan, Ilyas Akbar Almadani: Kader Golkar Karanganyar Siap Menangkan Airlangga

Lebih lanjut, Hetifah menyampaikan, Komisi X DPR RI dan Kemdikbudristek terus memberi dukungan kepada para guru melalui berbagai kebijakan yang diharap dapat mendukung para guru di seluruh Indonesia.

"Mulai dari bantuan kuota internet, peluncuran laman Guru Berbagi, relaksasi dana BOS untuk membayar honor guru non-PNS dan honorer, serta Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS," ujar Hetifah.

Kata Hetifah, salah satu kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan para guru adalah rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru.

Baca Juga: Golkar Sumenep Tak Punya Kursi DPRD, Sarmuji: Tolak Ukur Keberhasilan Dalam Pemilu Adalah Kursi

"Sebanyak 173.329 guru honorer dinyatakan lulus seleksi kompetensi PPPK tahap 1. Dengan kelulusan tersebut, saya harap kegelisahan Bapak Ibu guru terkait status ketenagakerjaan dapat berkurang dan akan semakin bersemangat dalam mendidik anak-anak kita.".

"Total formasi sebanyak satu juta, saya mendorong bagi para guru honorer yang belum mendaftar atau belum lulus untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan mendaftar di tahap 2 dan 3," dorong Hetifah. {gonews}

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian #Hetifah