05 Desember 2021

Survei Polmatrix: Disalip Nasdem, Elektabilitas Golkar Terjun Bebas Ke Posisi 6 Dengan 4,7 Persen

Berita Golkar - Hasil survei Polmatrix menyatakan Partai NasDem merangsek ke papan atas. Sementara itu Golkar terdegradasi ke papan tengah, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) stabil. “Golkar tersalip oleh NasDem, sementara PDIP tetap unggul dan PSI stabil,” kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 5 Desember 2021.

Dendik mengatakan, merosotnya elektabilitas Golkar merupakan efek dari rendahnya elektabilitas Airlangga Hartarto sebagai ketua umum dalam bursa calon presiden. Golkar hanya meraih elektabilitas 4,7 persen, padahal biasanya berkisar 8-9 persen dan berada pada peringkat ketiga.

Sebaliknya dengan NasDem, yang bergerak naik dari kisaran 3-4 persen menjadi 5,0 persen. “Pendekatan Surya Paloh terhadap Anies Baswedan sebagai salah satu capres terkuat turut mengerek kenaikan elektabilitas NasDem,” lanjut Dendik.

Baca Juga: Itje Siti Dewi Kuraesin Bantu Korban Longsor Di Desa Sukadana Majalengka

Posisi pertama tetap diduduki oleh PDIP, tetapi dengan tren elektabilitas cenderung turun, dan kini sebesar 15,8 persen. Berikutnya Gerindra (11,0 persen), PKB (9,4 persen), dan Demokrat (9,0 persen).

“Dengan melihat dukungan partai terhadap figur-figur capres, setidaknya terdapat dua poros utama yaitu PDIP-Gerindra (Megawati-Prabowo) dan NasDem (Surya Paloh),” ujar Dendik. Partai-partai tersebut memiliki elektabilitas tinggi dan mendukung capres yang kuat pula.

PDIP memiliki paling banyak stok capres, dari Ganjar Pranowo, Puan Maharani, hingga Tri Rismaharini. Selain Prabowo, Gerindra juga memiliki figur Sandiaga Uno yang juga cukup tinggi elektabilitasnya.

Baca Juga: Terpilih Pimpin Golkar Tarakan, Siti Laela Siap Cetak Kader Milenial

Sedangkan figur Agus Harimurti Yudhoyono dari Demokrat belum cukup kuat. Begitu pula dengan Airlangga dari Golkar yang masih rendah elektabilitasnya. Partai-partai lain banyak yang tidak memiliki figur capres atau belum mengarahkan dukungan.

Pada papan tengah, PSI yang sebelumnya naik dari kisaran 4 persen, stabil pada elektabilitas 5,2 persen. Lalu ada PKS (5,7 persen), PPP (2,5 persen), Ummat (1,5 persen), PAN (1,2 persen), dan Gelora (1,0 persen).

Di papan bawah terdapat Perindo (0,7 persen), Berkarya (0,6 persen), Hanura (0,4 persen), PBB (0,3 persen), PKPI (0,2 persen), dan Garuda (0,1 persen). Masyumi Reborn nihil dukungan, sedangkan partai-partai lainnya 0,6 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 25,1 persen.

Baca Juga: Zainudin Amali Sindir Kader Golkar Di DPR Yang Tak Pernah Sosialisasikan Kinerja Airlangga Hartarto

“Jika pemilu kembali berjalan serentak antara Pilpres dan Pileg, sosok capres-cawapres berpeluang mengerek suara partai pengusungnya,” pungkas Dendik. Hal ini sekaligus menjadi tantangan bagi partai-partai untuk menentukan dukungan dalam bursa capres.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 21-30 November 2021 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. {medcom}

fokus berita : #Dendik Rulianto