10 Desember 2021

Dedi Mulyadi Apresiasi Pendekatan Kearifan Lokal Pada Sistem Kehidupan Desa Adat Panglipuran

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, mengapresiasi dan memuji pendekatan berbasis kearifan lokal pada sistem kehidupan di Desa Adat Panglipuran. Ia menerangkan, dengan dikedepankannya kearifan lokal, akan melahirkan pola hidup masyarakat yang lebih mandiri, tertib dan berkebudayaan.

“Kunjungan hari ini adalah membuktikan bahwa pengelolaan sebuah wilayah yang berbasis tradisi itu melahirkan kemandirian dalam masyarakat. Desanya bersih, tata ruangnya sangat baik, tata bangunannya memiliki sebuah filosofi dasar yang diwariskan secara terus-menerus. Pada akhirnya sistem pengelolaan sampahnya pun mandiri,” ujar Dedi, Bangli, Bali, Rabu (8/12/2021).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga menyinggung permasalahan-permasalahan di Indonesia yang sebetulnya tidak perlu untuk diproses pada tingkat yang tinggi, melainkan cukup diproses sesuai hukum adatnya.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus Golkar Sulsel, Taufan Pawe Dikukuhkan Di Hari Anti Korupsi Sedunia

“Kita bayangkan, andaikata di Indonesia, Mahkamah Agung enggak usah ngurus PK dari nyuri kelapa, sengketa warisan yang hanya satu meter, mungkin negeri ini tidak perlu banyak yang diurus. Cukup selesai di tingkat lokal,” terang Dedi.

Konsep seperti itu pula, kata Dedi, telah diterapkan oleh masyarakat di Desa Adat Panglipuran dalam hal pengelolaan sampah. Tidak heran kemudian Desa Panglipuran dinobatkan sebagai urutan ketiga desa terbersih di dunia. “Selain itu, Bali membuktikan diri bahwa kekuatan hukum adat itu mampu membentuk karakter masyarakat dan mampu mewujudkan masyarakat yang beradab,” ujar Dedi.

Di sisi lain, Dedi juga mengungkapkan, pihaknya juga menyerap aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang tentang Konservasi, Sumber Daya Alam, Hayati dan ekosistemnya. RUU tersebut merupakan komitmen dari Komisi IV DPR RI untuk kembali menyelaraskan antra manusia dengan lingkungan.

Dedi berharap, kearifan lokal atau budaya seperti ini bukan hanya di Bali, tapi di seluruh wilayah nusantara. “Itulah alasan kita belajar ke sini,” pungkasnya. {dpr}

fokus berita : #Dedi Mulyadi