01 Januari 2022

Anggap Wajar Indeks Kebahagiaan DKI Jakarta Merosot, Judistira Hermawan: Sempat Jadi Episentrum COVID-19

Berita Golkar - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan menilai turunnya indeks kebahagiaan Jakarta merupakan hal yang wajar. Sebab, menurutnya, DKI Jakarta sempat menjadi episentrum pandemi Corona.

"Ya indikator indeks kebahagiaan itu kan tingkat kepuasan hidup dan kesejahteraan. Saya kira kalau sekarang di Jakarta ada penurunan, ya wajar saja karena situasinya 2 tahun ini kan pandemi COVID-19. Semua terdampak, baik sosial maupun ekonomi, gitu ya," kata Judistira kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Judistira menilai penurunan indeks kebahagiaan itu terjadi karena DKI Jakarta sempat menjadi episentrum penularan Corona. Saat itu, kata Judistira, kematian dan penularan Corona di Jakarta dalam situasi menakutkan.

Baca Juga: Sugawa Korry Ingin Golkar Imbangi PDIP Di Bali Pada Pemilu 2024

"Apalagi Jakarta sempat menjadi episentrum penyebaran COVID-19, situasi menakutkan di Jakarta saat itu dengan banyaknya angka penularan dan angka kematian, ini juga penyebab saya kira," katanya.

Judistira menyebut situasi pandemi Corona itu sangat berdampak terhadap indeks kebahagiaan Jakarta. Dia menyebut saat Jakarta menjadi episentrum penularan, semua kegiatan dibatasi. "Sangat berdampaklah, semua kegiatan dihentikan dan dibatasi, ini sangat mempengaruhi," tuturnya.

Saat ini Judistira bersyukur karena Jakarta bisa melewati gelombang penularan Corona itu. Dia berharap indeks kebahagiaan Jakarta naik pada periode mendatang.

Baca Juga: PKS Dorong Golkar Gandeng Demokrat Galang Kekuatan Nasionalis-Religius di Pemilu 2024

"Tapi alhamdulillah bisa dilalui dengan baik, kita harapkan ini bisa kita pertahankan dan dukungan dari masyarakat untuk selalu prokes khususnya terhadap varian Omicron. Saya optimistis tahun mendatang indeks kebahagiaan warga Jakarta akan kembali meningkat, saya kira itu," sebutnya. 

Indeks kebahagiaan di DKI Jakarta menurun dibanding pada 2017. Pada 2017, indeks kebahagiaan DKI berada pada angka 71,33, sementara pada 2021 indeks kebahagiaan DKI menjadi 70,68.

"Terdapat 10 provinsi yang mengalami penurunan indeks kebahagiaan. Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Bengkulu untuk kawasan Sumatera. Untuk kawasan Jawa-Bali-Nusa Tenggara yang turut mengalami penurunan indeks kebahagiaan adalah DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk kawasan Kalimantan terdapat pada Provinsi Kalimantan Timur," tulis BPS.

Baca Juga: Desak Investigasi Benda Mirip Tank di Laut Natuna Diumumkan, Dave Laksono: Agar Tak Jadi Spekulasi Liar

Berikut ini poin-poin dimensi yang digunakan untuk mengukur Indeks Kebahagiaan DKI Jakarta tahun 2021:

Indeks kebahagiaan: 70,68
Indeks kepuasan hidup: 75,25
Subdimensi personal: 72,35
Subdimensi sosial: 78,15
Indeks perasaan: 62,37
Indeks makna hidup: 73,60 {detik}

fokus berita : #Judistira Hermawan