24 Januari 2022

Sambangi Kader Golkar Yogyakarta, Zainudin Amali Konsolidasikan Mesin Partai Jelang 2024

Berita Golkar - Jajaran Partai Golongan Karya (Golkar) DI Yogyakarta menggelar konsolidasi internal persiapan Pemilu 2024 di Kota Yogyakarta, Minggu (23/1/2022) malam. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Zainudin Amali hadir secara langsung.

Pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga RI tersebut menegaskan, selaras hasil Rapimnas, Golkar telah sepakat mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk Pilpres 2024 mendatang.

Tapi, guna memenuhi syarat 20 persen suara, Golkar mau tak mau harus koalisi. Namun, kata Zainudin Amali , sebelum berbicara terlampau jauh, pihaknya ingin lebih dahulu memastikan, kesiapan struktur partai, di tingkat provinsi, maupun kabupaten kota.

Baca Juga: Kecam Pernyataan Edy Mulyadi, Mukhtarudin: Sangat Mengusik Harga Diri Masyarakat Kalimantan

Ia pun menegaskan, semua kader harus benar-benar satu visi, terkait upaya pemenangan Airlangga Hartarto. "Makanya, kami bertemu, berkomunikasi, dengan seluruh elemen, termasuk anggota DPRD di setiap tingkatan. Kami ingin konsolidasikan mesin partai. Tujuannya, tentu untuk memenangkan Airlangga Hartarto ," tambahnya.

Dijelaskannya, ambisi mengusung sang Ketum jelas bukan angan belaka, lantaran pada Pemilu 2019 lalu, Golkar dapat meraup 14,78 persen suara. Zainudin Amali mengatakan, langkah koalisi yang akan ditempuh untuk menggenapi syarat 20 persen suara pun dibahas pada konsilidasi ini.

"Persyaratan 20 persen, sehingga kita masih butuh koalisi. Kalau 2029 kita bisa mencalonkan sendiri kan enak. Tapi, terdekat 2024 dulu, Golkar masih berpedoman dengan keputusan Rapimnas kemarin, ya," tambahnya.

Baca Juga: Sambut Baik Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad, Christina Aryani: Tegas! Tak Neko-Neko

Ia pun memaparkan, Golkar sudah mengantongi beberapa kriteria calon pendamping Airlangga Hartarto , pada kontestasi 2024 mendatang. Meski urung menyebut nama, ia mengatakan, pendampingnya nanti harus memiliki chemstry nan apik, sehingga dua pimpinan mampu dapat mengisi.

"Selanjutnya, harus punya basis massa yang kuat agar bisa menambah apa yang sudah kami punya. Lalu, harus paham tanggung jawab Cawapres. Jangan malah bergaya seperti capres, karena itu tentu tidak akan baik bagi perjuangan kami nantinya," pungkas Zainudin Amali. {jogja.tribunnews}

fokus berita : #Zainudin Amali