01 Desember 2017

Kunjungi Senegal, Mahyudin Pererat Hubungan Antar Parlemen dan Sosialisasi 4 Pilar Untuk WNI

Berita Golkar - Hubungan bilateral antara Indonesia dan Senegal semakin diperkuat, setelah delegasi MPR RI yang diketuai oleh Wakil Ketua MPR-RI, Mahyudin, melakukan lawatan ke Senegal. Sebelumnya, delegasi BKSAP DPR-RI yang dipimpin Rofi Munawar juga melakukan kunjungan ke negara Afrika tersebut pada April 2017.

Kunjungan itu dilakukan dalam rangka penguatan hubungan kerja sama bilateral kedua negara, khususnya kerja sama antar parlemen, serta dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar kepada seluruh WNI yang berada di Senegal.

Sosialisasi Empat Pilar adalah sebuah rancangan dari Tim Kerja Materi dan Sosialisasi MPR RI yang 'bertiangkan' Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam kunjungannya ke Senegal, Mahyudin didampingi oleh Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, Rambe Kamarul Zaman dari Fraksi Partai Golkar, Muhammad Safrudin dari Fraksi PAN, Agatie Sulie Mahyudin dari Fraksi Partai Golkar, dan Muhammad Idris Laena dari Fraksi Partai Golkar.

Menurut laporan dari KBRI Dakar, Mahyudin melakukan pertemuan dengan Abdou Mbou (Wakil Presiden Parlemen Nasional Senegal) untuk membahas perlunya memperkuat hubungan kedua negara -- khususnya antar parlemen -- serta peningkatan kerja sama government to government, people to people dan business to business contact.

Mahyudin juga mengapresiasi Pemerintah Senegal yang memberikan dukungannya atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK-PBB 2019-2020. Ia berharap, kedua negara yang sama-sama merupakan negara mayoritas muslim, untuk menyamakan pandangan dan saling dukung di berbagai forum internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyudin juga mendorong percepatan pelaksanaan asas timbal balik dari Pemerintah Senegal dalam pemberlakukan fasilitas bebas visa bagi WNI dan pembukaan kembali Kedutaan Besar Senegal di Jakarta.

Menanggapi Mahyudin, Abdou Mbou menilai Indonesia telah menjadi negara maju, dan karenanya Senegal perlu banyak belajar dan bekerja dengan dari Indonesia. Abdou Mbou juga sama seperti Mahyudin -- yang mendorong dipertahankannya upaya saling dukung di forum internasional -- dan berharap dengan hubungan antar parlemen yang kuat dapat meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.

Abdou Mbou lalu ikut merencanakan kunjungan ke Indonesia. Ia berharap, Parlemen Indonesia dapat segera mengirimkan undangan resmi ke pihaknya. 

Di sela-sela kunjungannya itu, Mahyudin juga bertemu dengan Imam Besar Masjid Agung Dakar, Alioune Samba. Kepada Mahyudin, Alioune Samba meminta bantuan pihak Indonesia untuk penguatan intelektualitas dan pengembangan kapasitas bagi aktivitas pendidikan di Masjid Agung Dakar. Mahyudin menanggapi, dengan mendorong adanya kegiatan saling kunjung, pertukaran informasi dan pertukaran pelajar, sebagai tahap awal kerja sama antara kedua negara.

Di samping itu, Mahyudin juga berkesempatan untuk bertemu dengan Ulama Besar Tariqat Muridiyya, Khalifa General Serigne Sidi Mochtar Mbacke di Touba, Senegal. Dalam pertemuan itu, disepakati perlunya kegiatan saling kunjung di bidang keagamaan antar tokoh agama, pelajar atau santri. Pertemuan itu juga membahas seputar kerja sama ekonomi syariah dan kerja sama di bidang pertanian, terutama terkait model penanaman padi di Indonesia. [liputan6]

fokus berita : #Mahyudin