21 April 2022

Tiada Kemenangan Tanpa Persatuan, Terimakasih Seluruh Senior dan Kader Partai Golkar

Berita Golkar - Kader Partai Golkar seharusnya lebih menghormati Pak Luhut Binsar Pandjaitan. Selain posisinya sebagai Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar, Pak Luhut juga merupakan teladan bagi Partai Golkar. Atas sikapnya yang tegas, kerja kerasnya, serta dedikasinya untuk bangsa ini.

Secara politik, posisi Pak Luhut Binsar Pandjaitan pun cukup bernilai. Karena berkat beliau, Partai Golkar memiliki kans lebih untuk Pemilu 2024. Keberadaan Pak Luhut di pemerintahan dan pengaruhnya atas keberhasilan mengeksekusi program pemerintah, membuat partai lain melihat sisi lain Partai Golkar.

Sisi yang positif tentunya, bahkan PDIP pun agaknya merasa ngeri dengan keberadaan Partai Golkar dan Luhut Binsar Pandjaitan, terlebih dengan kedekatan Presiden Jokowi ke kutub beringin.

Baca Juga: Sesepuh Ponpes Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiat Doakan Airlangga Hartarto Terpilih Jadi Presiden

Masa yang sulit berhasil dilewati Partai Golkar, meski sempat tertatih Partai Golkar kembali menunjukkan jati diri sebagai partai besar dengan segala manajemen konflik yang tuntas direkonsiliasi.

Tahun 2019 pasca babak belur dihajar dualisme ARB vs AL hampir 2 tahun lebih, kemudian 2018 ketumnya masuk hotel prodeo (Setnov) sedikit berdampak pada elektabilitas partai. Namun tidak terlalu siginfikan, indikatornya kursi Partai Golkar pada 2019 cuma ilang 6 kursi dari 91 kursi, atau cuma 7% hilangnya.

Bandingkan dengan Partai Demokrat yang ketua umumnya, Anas Urbaningrum masuk bui. Partai Mercy itu langsung merasakan dampak signifikan dari konflik internal. Dì Pemilu 2014 raihan suara Partai Demokrat hancur lebur dari pemilu sebelumnya yang merupakan pemenang di 2009 dengan 148 kursi DPR di tahun 2014 hanya tinggal 61 kursi alias hilang sekitar 60%.

Baca Juga: Golkar Kabupaten Cirebon Santuni Kader Ketua PL Kondangsari Yang Meninggal Tersambar Petir

Untuk segala dinamika yang terjadi di Partai Golkar, saya ingin mengucapkan terimakasih untuk Pak ARB (Aburizal Bakrie), Pak AL (Agung Laksono) yang dengan pengorbanan mereka (menurunkan ego) bisa menjaga dan menyelamatkan partai golkar di detik-detik akhir.

4 tahun ini sejak mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto masuk penjara, maka Pak ARB, pak AL tetap menjadi penjaga Partai Golkar.

Dan tentu saja ucapan terima kasih perlu disematkan kepada Pak Airlangga Hartarto serta Pak Luhut Binsar Pandjaitan yang sudah merawat dan menjaga persatuan Partai Golkar hingga siap menyongaong Pemilu 2024 dan menjadikan Partai Golkar turut menjadi perhitungan bagi PDIP dan partai kompetitor lainnya karena berpotensi jadi pemenang Pemilu.

Baca Juga: Dedi Dermawan Milaya dan Pimpinan AMPG Sumut Safari Ramadhan Ke Tanjungbalai

Kepada Ketua MPR RI, Waketum Partai Golkar, Pak Bambang Soesatyo atau Bamsoet juga saya ucapkan terima kasih. Serta banyak pengorbanan tokoh-tokoh Partai Golkar dan kader-kader Partai Golkar yang tidak bisa disebutkan satu persatu selama ini untuk senantiasa merawat persatuan Partai Golkar.

Tidak Ada Kemenangan tanpa Persatuan

#GoldenArrowsVVariors

Oleh Rori Abu Syakira

Kader Partai Golkar Jawa Tengah

fokus berita : #Rori Abu Syakira #Luhut Binsar Pandjaitan #Aburizal Bakrie