26 April 2022

Survei WRC: Salip PDIP, Elektabilitas Partai Golkar Tertinggi Dengan 16,7 Persen

Berita Golkar - Warna Research Center (WRC) merilis hasil survei terbarunya terkait persepsi masyarakat terhadap dinamika politik jelang Pemilu 2024. Salah satu temuan survei menyangkut elektabilitas partai politik menuju 2024.

Direktur Eksekutif WRC Rinjani Dwi menjelaskan dalam survei, sebanyak 2.426 responden diajukan pertanyaan terbuka tentang partai politik yang akan dipilih jika pemilu diadakan hari ini. Jawaban responden paling banyak memilih Golkar ada di urutan pertama dengan keterpilihan 16,7 persen.

Setelah Golkar, ada PDIP dengan elektabilitas 16,3 persen, Gerindra 15,7 persen, Demokrat 7,1 persen, PKB 6,2 persen, dan PKS 6,1 persen, Nasdem 4,2 persen.

Baca Juga: Berpindah-Pindah Partai, Airlangga Hartarto Sambut Positif Kembalinya Rhoma Irama Ke Partai Golkar

Lalu, parpol dengan elektabilitas di bawah 4 persen yaitu Perindo 2,6 persen, Prima 2 persen, PAN 1,8 persen, PPP 1,7 persen, Garuda 1,5 persen, Hanura 1,3 persen, PKPI 1,1 persen, Gelora 1 persen, PBB 0,8 persen, Berkarya 0,5 persen, PSI 0,4 persen, Partai Ummat 0,3 persen. Sementara, yang tak memilih atau tidak memberikan jawaban sebesar 12,7 persen.

"Elektabilitas partai-partai tersebut tidak lain didukung oleh figur para Ketua Umumnya yang masih familier atau dikenal masyarakat," kata Rinjani, dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa, 26 April 2022.

Pun, Rinjani melanjutkan tingkat keterpilihan parpol jika Pemilu digelar hari ini dengan pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner, responden masih banyak memilih Golkar. Ia bilang Golkar tetap jadi pilihan bagi masyarakat yang diwakili responden dengan keterpilihan 18,7 persen.

Baca Juga: Bersama TM Nurlif, Ketua Golkar Bireuen Mukhlis Takabeya Santuni Ratusan Anak Yatim

Selanjutnya, diikuti PDIP dengan elektabilitas 17 persen, Gerindra 16,5 persen, Demokrat 7 persen, dan PKS 6 persen, PKB 5,9 persen, Nasdem 4,1 persen, Perindo 2,4 persen, Prima 2,1 persen, PAN 2 persen, PPP 1,9 persen, Garuda 1,5 persen, PBB 1,2 persen, Hanura 1 persen, PKPI 1 persen, Gelora 0,7 persen, Berkarya 0,6 persen, Partai Ummat 0,5 persen, PSI 0,4 persen. Sementara, yang tak memilih atau tidak merahasiakan jawabannya sebesar 10,2 persen.

Rinjani menganalisa hanya 7 partai yang akan lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Tujuh partai itu Golkar 18,7 persen, PDIP 17 persen, Gerindra 16,5 persen, Demokrat 7 persen, PKS 6 persen, PKB 5,9 persen dan Nasdem 4,1 persen. Sedangkan, partai lainnya di bawah 4 persen.

Menurutnya, PKB dan PAN menurun karena dipengaruhi wacana penundaan Pemilu 2024 yang sempat bikin heboh publik.

Baca Juga: Bersama Alien Mus, Bupati Ratu Tatu Chasanah Berikan Bantuan 12 Ribu Benih Ikan Bawal Untuk Nelayan Kabupaten Serang

"Pendapat publik menyatakan kalau PKB dan PAN dianggap partai yang tidak siap untuk Pemilu 2024. Partai Golkar dianggap juga mendukung penundaan pemilu dianggap publik ide tersebut bukan datang dari Ketum Golkar, tetapi petani sawit di Siak," jelasnya.

Airlangga Moncer

Survei WRC juga merilis dinamika tokoh yang digadang-gadang jadi kandidat capres 2024. Dalam survei 2.426 responden dengan pertanyaan terbuka yaitu jika pemilihan presiden dilakukan hari ini didapati hasilnya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dinilai layak jadi penerus Jokowi.

Sosok Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu mendapat 18,1 persen. Angka yang diraih Airlangga melampaui Prabowo Subianto dengan 10,6 persen. Selanjutnya, Ganjar Pranowo 7,1 persen, Iriana Jokowi 6,1 persen, Gatot Nurmantyo 4,1 persen, Dudung Abdurachman 3,8 persen, Khofifah Indar Parawansa 3,7 persen.

Baca Juga: Instruksikan Pemenangan Airlangga Hartarto, Andika Hazrumy Keliling Golkar se-Banten

Selain itu, ada Puan Maharani 2,9 persen, Anies Baswedan 2,2 persen, Moeldoko 2,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 1,1 persen, Muhaimin Iskandar 1 persen, Sandiaga Salahudin Uno 1 persen. Adapun sebanyak 32,2 persen responden tidak memilih atau merahasiakan pilihannya.

Lalu, hasil survei dengan menggunakan kuisioner secara tertutup kepada 2.426 responden dengan pertanyaan Jika Pemilihan Presiden dilakukan hari ini didapati hasilnya Ketua umum Golkar Airlangga Hartarto banyak dipilih. Figur Airlangga dianggap layak jadi penerus Jokowi sebagai Presiden 2024 dengan jumlah pemilih sebesar 20,2 persen melampaui Prabowo Subianto yang dapat 15,8 persen.

Setelah Prabowo ada Ganjar Pranowo 8,5 persen, Iriana Jokowi 6,2 persen, Gatot Nurmantyo 5,1 persen, Dudung Abdurachman 4,8 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,1 persen, Puan Maharani 3,9 persen, Sri Mulyani 2,8 persen, Anies Baswedan 2,8 persen, Moeldoko 2,7 persen.

Baca Juga: Mohammad Saleh Ingatkan BPKH Kelola Keuangan Haji Secara Transparan

Kemudian, Agus Harimurti Yudhoyono 1,2 persen, Muhaimin Iskandar 1 persen, Sandiaga Salahudin Uno 1 persen, Erick Thohir 1 persen. Sementara, sebanyak 16,2 persen responden tidak memilih atau merahasiakan pilihannya.

Rinjani menyampaikan alasan responden memilih Airlangga karena kinerja Ketua Umum Golkar itu terlihat saat pandemi COVID-19. Posisi Airlangga selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) dinilai punya peranan penting. Kata dia, rakyat menikmati pertumbuhan ekonomi yang membaik serta kasus COVID-19 makin menurun.

"Serta banyaknya program pro rakyat yang dijalankan oleh Airlangga Hartarto seperti UMKM, fintech dan pertanian," sebut Rinjani.

Baca Juga: Prihatin Tragedi Perusakan Benteng Kraton Kartasura, Dina Hidayana: Pemerintah Perlu Masif Edukasi Budaya

Survei WRC ini dilaksanakan dalam kurun waktu 19 Maret 2022 hingga 4 April 2022. Survei melibatkan 2.426 responden dari populasi 194.663.400 penduduk baik laki-laki maupun perempuan berusia antara 15-69 tahun merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021.

Sampel survei diambil dengan metode multistage random sampling. Margin of error dalam survei 1,99 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. {viva}

fokus berita : #Rinjani Dwi #Airlangga Hartarto