04 Agustus 2022

Anaknya Dikasari Saat Berobat BPJS di RS Depok, Jamil Zeb Tumori: Pelayanannya Kampungan

Berita Golkar - Wakil Ketua DPRD Sibolga, Sumatera Utara, Jamil Zeb Tumori tak kuasa menahan emosi lantaran anaknya mendapat perlakuan kasar saat berobat di salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok.

Terkait hal itu, ia pun berencana mendatangi rumah sakit tersebut dengan lebih dulu berkoordinasi pada pihak BPJS Kesehatan dan DPRD Depok.

“Saya datang ke sini minta keadilan dan hak-hak kesehatan anak saya,” katanya saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Kota Depok pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, peristiwa yang dialami anaknya tersebut terjadi Sabtu pekan lalu. Saat itu, buah hatinya yang sedang mengenyam pendidikan di Universitas Gunadarma jatuh sakit kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Pancoran Mas, Depok.

Baca Juga: Muhammad Ali Ridha Keberatan Madrasah dan Pesantren Dipisah Dari Sistem Pendidikan Nasional

Menurut dia, pihak rumah sakit tak memberikan layanan secara baik. “Anak saya diperlaklukan secara tidak manusiawi. Ketika dia masuk malah dibentak. Kemudian saat anak saya masuk ruang IGD tidak dapat pelayanan yang baik,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Jamil, anaknya juga dibentak ketika hendak minta oksigen karena dadanya sesak dan mengalami otot tegang pada bagian tangan.

“Ketika minta oksigen karena sesak, tangan dan pinggulnya kaku, sehingga dia membutuhkan pelayanan yang baik, tapi dokter bilang tangannya janagn ditegang-tegangkan, padahal anak saya sedang sakit, kaku,” tuturnya.

Karena merasa tidak nyaman, anak sulung pimpinan DPRD Sibolga itu akhirnya memilih untuk meninggalkan rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Bupati Hendriyanto Sitorus Dampingi Bobby Nasution Untuk 500 Warga Labuhan Batu Utara

“Anak saya sudah merasa tidak nyaman, keluarlah dia dalam keadaan sakit. Makanya saya protes mau protes ke rumah sakit itu. Nah ini sekarang difasilitasi BPJS Kesehatan. Karena anak saya juga peserta BPJS Kesehatan,” tuturnya.

“Maka kami minta keadilan, kami berharap ada perbaikan pelayanan,” sambungnya. Lebih lanjut politisi Golkar itu mengungkapkan, bahwa anaknya saat itu didiagnosa mengalami dehidrasi.

Menurut Jamil, pihak BPJS Kesehatan Kota Depok telah menyampaikan permohonan maaf, begitupula dengan rumah sakit. “Mereka sudah minta maaf, tapi tidak cukup minta maaf saja harus ada perbaikan. Kita minta sanksi kepada oknum-oknum dokter, perawat dan satpam yang membentak,” tegasnya.

Baca Juga: 10 Ribu Wisatawan Batalkan Kunjungan, Airlangga Hartarto Janji Evaluasi Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo

Jamil sangat menyayangkan kejadian ini. Sebab menurutnya, tidak pantas seorang tenaga medis berlaku kasar pada pasien. “Ini Kota Depok, kota yang modern tapi pelayanannya masih kampungan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan Kota Depok sendiri belum memberikan keterangan terkait kasus ini. Bahkan, beberapa pegawai di tempat tersebut sempat meminta awak media untuk meninggalkan ruang mediasi.

"Ini rumah kita, harus izin dulu dong. Kalian nggak bisa di sini," ucap seorang perempuan yang diduga pegawai BPJS Kesehatan Kota Depok. {sumber}

fokus berita : #Jamil Zeb Tumori