09 Agustus 2022

Bintang Adi Prajamukti: Banyak Botol Miras dan Kondom Berserakan di Eks Lokalisasi Pantura

Berita Golkar - Lokalisasi prostitusi di wilayah pantura Kabupaten Tegal telah ditutup permanen sejak 2017 lalu. Namun demikian, eks lokalisasi Peleman di Kecamatan Suradadi diduga masih beroperasi. Hal itu terlihat dari temuan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal yang mendapati masih banyak kondom berserakan di tempat sampah eks lokalisasi Peleman.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Selaku Sekretaris Fraksi Golkar dan Menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Muhammad Bintang Adi Prajamukti SH. MH. saat Rapat KUA PPAS Tahun Anggaran 2023 di Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Selasa (9/8).

Rapat tersebut menghadirkan Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Dia mengatakan, Komisi IV sempat inspeksi mendadak di eks lokalisasi Peleman. Namun, ia menduga sidak itu bocor sehingga tidak ada aktivitas di lokasi tersebut.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh Impresif, Puteri Komarudin: Pemulihan Terus Belanjut dan Semakin Kuat

“Tapi, kami menemukan adanya kondom berserakan dan Botol Miras di tempat sampah. Kami curiga masih ada aktivitas prostitusi di Peleman,” katanya.

Menurut dia, jika memang prostitusi tidak bisa dikendalikan di Berbagai lokasi Wilayah Kabupaten Tegal, maka diharapkan Pemerintah study Ke Banyumas terkait perihal tersebut sebagai contoh di sana adanya satu tempat yang khusus untuk lokalisasi. Pasalnya, diduga lokalisasi Pelemen dan lokasi lainnya tidak hanya prostitusi, tapi juga perjudian, tempat minuman keras, Karoke dan lainnya.

“Kalau di Gang Sadar Baturaden Kabupaten Banyumas hanya tempat prostitusi, tidak untuk judi dan minum-minuman. Jadi, khusus untuk prostitusi dan semuanya menggunakan kondom,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Tantowi Yahya, Eks Dubes RI Untuk Selandia Baru Yang Jadi Ikon Musik Country Indonesia

Lebih lanjut dikatakan Bintang jika prostitusi di tempatkan disatukan tempat, maka lebih mudah untuk mengontrol kesehatan dan penyebaran penyakit HIV/ AIDS.

Sekretaris Dinsos Kabupaten Tegal, Abdul Basit mengakui masih adanya praktek prostitusi. Pihaknya sudah berupaya dengan Satpol PP untuk melakukan razia, dan melakukan pembinaan terhadap wanita susila yang terjaring. Pembinaan dilakukan dengan mengarahkan untuk berwirausaha.

Namun, jumlahnya sangat kecil karena keterbatasan anggaran. “Sudah ada yang berhasil berwirausaha dengan membuka warung kuliner,” pungkasnya. {sumber}

fokus berita : #Bintang Adi Prajamukti