25 September 2022

PKS-Gerindra Bakal Gabung KIB, Dave Laksono: Semua Keputusan di Tangan Ketum Airlangga Hartarto

Berita Golkar - Kabar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dibentuk Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) semakin menguat. Tetapi Partai Golkar belum bisa memastikan kebenaran kabar itu.

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, mengatakan komunikasi antar ketua umum partai masih sangat cair. "Kalau komunikasi politik antara ketua umum partai itu engga pernah berhenti, contohnya di DPR kan kita antar sesama aja komunikasi terus, di DPR kan juga adalah pimpinan partai," sebut Dave kepada wartawan, Minggu (25/9).

Meski komunikasi terus dibangun, menurut dia, keputusan suatu partai bergabung ke KIB atau tidak ada di tangan para ketum. "Jadi kalau komunikasi terus berjalan tapi keputusan akhir nanti tetap ada di antara ketua umum," sebutnya.

Ketika disinggung batas akhir tertutupnya koalisi parpol di KIB, Dave menegaskan Golkar terus membuka komunikasi hingga akhir pendaftaran capres. "Pokoknya sampai dengan pendaftaran kita masih buka komunikasi terus," sebutnya.

Baca Juga: Hanan Rozak Sosialisasi 4 Pilar MPR Untuk Para Petani dan Nelayan di Tulang Bawang Barat

Sebelumnya, beredar kabar PKS dan Gerindra bergabung ke KIB. Hal itu sempat disinggung Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Menurut dia, pendekatan itu dilakukan melalui pertemuan dengan Partai Golkar.

"Sebetulnya kami ke Golkarnya ya, apakah nanti dengan KIB nya, ya mungkin dari situ pintu masuknya," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/9).

Dia mengakui pendekatan ke KIB untuk membuka skenario-skenario lain terkait Pilpres. Selain mendekati NasDem dan Demokrat, PKS juga membangun komunikasi politik dengan partai lain misalnya Golkar yang sudah bergabung dalam KIB.

"Tentukan ada skenario pertama, kalau nggak berhasil ada skenario kedua, kalau nggak berhasil pakai skenario ketiga," ujar anggota Komisi II DPR RI ini.

Baca Juga: Golkar Ajukan Teuku Raja Keumangan Jadi Wakil Ketua DPR Aceh Gantikan Hendra Budian

Sementara untuk kabar jalinan komunikasi antara Golkar dengan Gerindra sempat disebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Kalau geopolitik kan berarti ada politik nasional juga," kata Airlangga kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/9).

Dia mengakui bahwa Partai Golkar masih terbuka untuk membentuk koalisi dengan Partai Gerindra, usai pertemuan dengan Prabowo. Ketua Umum Partai Golkar itu juga terus berkomunikasi dengan partai-partai politik lainnya untuk membangun koalisi Pilpres 2024. "Ya masih, masih. Masih terbuka, masih berbicara dengan partai-partai," ujar Airlangga. (sumber)

 

fokus berita : #Dave Laksono