30 Oktober 2022

Survei SMRC: Partai Golkar Tak Tertandingi di Kalangan Pemilih Pedesaan

Berita Golkar - Hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan kalau Partai Golkar masih kuat ditingkat desa.

Menurut Direktur Riset SMRC, Deni Irvani dilihat dari sisi pemilih di desa dan kota,dukungan ke parpol variatif dimana di masing-masing desa maupun kota ada asosiasi dukungan ke parpol berdasarkan tempat tinggal warga.”Entah itu di desa dan kota,”jelasnya, Minggu 30 Oktober 2022.

Untuk parpol PDI Perjuangan, kata Deni ditingkat desa dan kota sebarannya 22 persen ditingkat desa dan di perkotaan ada 26 persen. ”Selisih pemilih di desa dan kota untuk PDI Perjuangan seimbang,” jelasnya.

Yang menarik, kata Deni, untuk parpol Golkar dimana dukungan untuk masyarakat di desa lebih kuat dengan presentase di desa 13 persen dan jaug lebih kuat daripada dikota hanya 4 persen. ” Sedangkan untuk PKB kuat di desa 10 persen dan di kota 4 persen. Dan PKS kuat dikota prosentase 10 persen sedangkan di desa ada 4 persen,” jelasnya.

Baca Juga: Ketua Golkar Tanjung Balai, Mahyaruddin: Golkar Yang Dulu Bukan Yang Sekarang! Siap Menang Demi Sejahterakan Rakyat

Kuatnya dukungan masyarakat desa untuk Golkar, sambung Deni, merupakan pengaruh sebagai parpol lama di Indonesia.”Ini PR sendiri buat Golkar bagaimana bisa menggaet dukungan bagi masyarakat kota,”jelasnya.

Dilihat dari sisi usia pemilih, kata Deni, PDI Perjuangan dikalangan anak muda usia 20 tahun lebih rendah dibandingkan usia tua hanya 16 persen. ” Untuk pemilih tua usia di atas 55 tahun atau pensiunan cukup tinggi 27 persen. Dilihat dari dukungan usia pemilihnya, PDI Perjuangan cukup kurang bertenaga dalam menyongsong Pemilu 2024 mendatang. Ini catata sendiri bagi PDI perjuangan,”jelasnya.

Sedangkan untuk Gerindra, lanjutnya dukungan dari anak muda lebih menjanjikan untuk partai berlambang kepala garuda ini. ” Dukungan anak muda ada 18 persen dan untuk usia tua ada 11 persen. Gerindra punya basis pemilih yang bertenaga dan ini sangat menguntungkan Gerindra dalam membantu sosialisasi parpol,”jelasnya.

Untuk partai Golkar, kata Deni, dukungan pemilih usia tua kuar di 14 persen dan kalangan muda ada 9 persen. ” Sedangkan PKB untuk dukungan usia tua ada 9 persen dan dukungan dari 4 persen. Sedangkan PKS kuat dapat dukungan kalangan muda ada 8 persen dan dari kalangan tua ada 2 persen. Disusul partai NasDem ada dukungan dari usia muda dengan prosentase 9 persen dan untuk dukungan dari kalangan tua mencapai 4 persen,”jelasnya.

Dilihat prosentase tersebut, kata Deni, parpol yang lebih banyak didukung anak muda lebih bertenaga dan diprediksi moncer dalam Pemilu 2024 mendatang.”Anak muda lebih potensi untuk membantu sosialisasi parpol di Pemilu 2024 mendatang,”jelasnya.

Baca Juga: Gandeng BRI, Agun Gunandjar Beri Bantuan Dana Pembangunan Masjid Agung Banjarsari Ciamis

Sementara itu, terpisah, Ketua Golkar Jawa Timur Mohammad Sarmuji mengatakan pihaknya menghormati setiap hasil survey yang metodologinya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis. Tapi Namanya survey bersifat sementara,kata Sarmuji keadaan yang dipotret dalam waktu tertentu. Saat tertentu bisa naik dan saat yang lain bisa turun.

“Ke depan kita akan temukan faktor pendorong elektabilitas. Salah satu pendorong adalah capres yang nanti diputuskan bersama KIB sekaligus hasil survei tersebut tantangan untuk memperkuat wilayah perkotaan yang lebih well informed,”jelasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Partai Golkar