04 November 2022

Bekerja Sama Dengan Kemenperin, Mukhtarudin Gelar Diklat 3 in 1 GMP di Pangkalan Bun

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin bekerja sama dengan Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 in 1 Good Manufacturing Practise (GMP) di Pangkalan Bun, Kab Kotawaringin Barat, Jumat (4/10/2022).

Mukhtarudin dalam sambutannya mendorong agar para peserta Diklat 3 in 1 GMP untuk terus membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif. “Mengingat sektor industri masih menjadi penopang terbesar perekonomian di Indonesia,” tutur Mukhtarudin.

Diklat ini diikuti 30 peserta dari pelaku IKM Makanan dan Minuman yang berada di Pangkalan Bun, Kobar selama 5 hari dari tanggal 4 – 8 November 2022 di Hotel Alibaba, Pangkalan Bun.

Mukhtarudin mengatakan industri makanan/minuman turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan PDB. “Selama pandemi, terbukti IKM makanan/minuman, masih tetap dapat tumbuh positif dan bertahan terhadap guncangan ekonomi dan juga berperan penting dalam proses pemulihan ekonomi nasional,” tandas Mukhtarudin.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Daerah, Adde Rosi Khoerunnisa Berikan Bantuan Peralatan Seni Debus

Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini bilang saat ini pelaku usaha makanan/minuman jumlahnya juga semakin bertambah banyak, sehingga tentunya meningkatkan persaingan antara para pelaku yang ada. “Oleh karena itu, Komisi VII DPR RI, sangat mendukung segala bentuk kegiatan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengembangkan IKM makanan/minuman di Kalimantan Tengah,” beber Mukhtarudin.

Pelatihan GMP atau Cara Produksi Pangan Olahan yang baik, merupakan persyaratan dasar bagi industry makanan/minuman untuk menghasilkan produk yang bermutu tinggi dan aman.

Peserta akan diajarkan bagaimana cara berproduksi yang baik dan diawasi dengan standar kualitas yang yang telah ditentukan. Peserta juga akan diuji dan diberikan sertifikasi kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

Adapun tujuan pelatihan GMP adalah untuk menghasilkan output peserta yang kompeten dalam cara produksi pangan olahan yang baik, untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan memenuhi standar keamanan pangan, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan IKM makanan/minuman yang siap bersaing.

“Dan tentu saya berharap mereka para pelaku IKM dapat lebih mendorong peningkatan perekonomian masyarakat maupun pendapatan daerah,” imbuh Mukhtarudin.

Baca Juga: Raski Mokodompit Pastikan Golkar Sulut Solid dan Militan Sosialisasikan Airlangga Hartarto Capres 2024

Anggota Banggar DPR RI ini mengatakan di tahun 2023, rencananya akan diadakan kegiatan pelatihan dengan target 26.000 peserta di seluruh Indonesia menggunakan system pelatihan 3 in 1, yaitu meliputi pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja.

“Semua kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan kompetensi SDM meningkatkan daya saing dan mengurangi pengangguran,” ujar Mukhtarudin.

Untuk itu, Mukhtarudin berharap kepada peserta dapat menggunakan kesempatan dan mengikuti pelatihan ini dengan tekun. “Tentunya ilmu yang didapat dari pelatihan tidak berhenti di sini saja, tapi diterapkan lebih lanjut di usahanya dan mau berjuang utuk bersaing secara global,” pungkas Mukhtarudin. (sumber)

 

fokus berita : #Mukhtarudin