05 November 2022

Rahmadian Shah Terpilih Aklamasi di Musdalub Golkar Kota Medan

Berita Golkar - Partai Golkar Medan melakukan Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) di Regale Convention Center Medan. Hasil Rahmadian Shah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Golkar Medan dalam Musdalub itu.

Rahmadian terpilih usai menjadi satu-satunya calon ketua yang mendaftar. Usai terpilih, Dian akan melakukan langkah-langkah untuk menambah jumlah kader Golkar di Medan.

"Saya berjanji di ulang tahun Golkar tahun depan, jumlah kader Golkar Medan akan menjadi yang teratas dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Sumut," kata Dian dalam sambutannya saat acara, Sabtu (5/11/2022).

Dia mengatakan pertambahan jumlah kader Golkar itu bisa dilakukan dengan kader-kader yang sudah ada ikut serta untuk mencari orang-orang yang akan masuk ke partai berlambang pohon beringin itu. Dengan jumlah kader yang ada saat ini, Dian optimis pertumbuhan kader Golkar di Medan akan mudah dicapai.

Baca Juga: Bekerja Sama Dengan Kemenperin, Mukhtarudin Gelar Diklat 3 in 1 GMP di Pangkalan Bun

"Saya juga telah mengatakan kepada seluruh ketua PK agar bekerja sama dan sama-sama bekerja dan mari kita menjadikan Golkar ini menjadi partai pemenang di 2024 nantinya," sebutnya.

Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekhshah (Ijeck) yang hadir dalam acara itu meminta Dian untuk memaksimalkan seluruh potensi kader yang ada saat ini. Ijeck juga memberikan pesan agar Golkar Medan tidak melakukan kecurangan untuk meraih kemenangan.

"Dan saya tetap ingatkan agar jangan untuk meraih kemenangan tetap jangan pakai politik fitnah hasut dan lain sebagainya. Kita harus tetap jaga keutuhan bangsa ini," sebut Ijeck.

Alasan Musdalub
Dalam kesempatan itu, Ijeck juga memberikan penjelasan mengapa Golkar Medan melakukan Musdalub. Ijeck menjelaskan pengurus yang lama dinilai tidak mampu untuk mengejar target yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Hengkang dari PDIP, Eks Bupati Buton Utara, Abu Hasan Gabung Partai Golkar

"Karena kita ada aturan secara organisasi Partai Golkar untuk mengaudit DPD yang ada. Dan kita melihat Golkar Kota Medan progresnya tidak ada pergerakan sesuai target kerja yang kita sampaikan," tutur Ijeck.

"Atas dasar itu, sudah beberapa kali peringatan, akhirnya harus kita ambil alih kepengurusan ke Provinsi Sumatera Utara," sambungnya. (sumber)

fokus berita : #Rahmadian Shah