24 November 2022

Airlangga Hartarto Sindir Lembaga Survei Yang Sering Jatuhkan Golkar

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyoroti soal lembaga-lembaga survei yang rajin mendegradasi pihaknya lewat hasil survei mereka. Padahal, capaian Golkar dari gelaran pemilihan umum (pemilu) selalu membantah hasil-hasil dari temuan survei.

Mulanya, Airlangga menanggapi soal survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebutkan suara Golkar tidak naik signifikan jika mencalonkan dirinya sebagai capres di Pilpres 2024. Atas temuan tersebut, Airlangga tak ambil pusing. “Selalu capaian Golkar di atas rata-rata para surveyor. Jadi silakan saja,” ungkap Airlangga , Rabu (23/11/2022).

Airlangga menerangkan, perolehan suara Golkar dalam pemilu selalu di atas hasil temuan survei. Dia mengeklaim, tiap pemilu selalu menunjukkan tren tersebut. “Itu pemilu selalu menunjukkan demikian, karena ada beberapa surveyor yang rajin mendegradasi Golkar,” ujar Airlangga.

Namun demikian, Airlangga enggan membeberkan soal lembaga survei yang kerap menyudutkan Golkar. Dia hanya menekankan, Golkar memiliki jajaran yang sangat kuat untuk menghadapi pemilu. Golkar sudah memberikan penugasan kepada fungsionaris yang jumlahnya ribuan orang. Tugas mereka jelas, yakni memenangkan Golkar.

Baca Juga: Dipimpin Yanti Airlangga, Perempuan Golkar Bersatu Beri Beasiswa 38 Anak Penyintas Tragedi Kanjuruhan

“Ya tugasnya jelas, three in one. Satu menang pilpres (pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden), dua menang pileg (pemilihan calon anggota legislatif), tiga menang pilkada (pemilihan calon kepala daerah) ke depan, penugasannya jelas,” ucap Airlangga.

Untuk pileg, Airlangga menyampaikan pihaknya menargetkan bisa memperoleh suara 20%. Sementara untuk menang di pilpres, dia menyampaikan koalisi wajib dibentuk bersama partai politik (parpol) lainnya.

Terkait hal tersebut, Airlangga menjelaskan bahwa sebelum era Reformasi, Golkar sudah terbiasa memenangi suara mayoritas dalam pemilu tanpa perlu membangun koalisi. Hanya saja, hal itu berubah di era Reformasi yang ditandai dengan lahirnya berbagai parpol baru, sehingga Golkar perlu merespons perkembangan tersebut, salah satunya dengan membangun koalisi.

“Karena tujuan dari pemilu itu menghadirkan pemerintahan yang stabil. Pemerintahan yang stabil harus koalisi, makanya Golkar dari awal membentuk koalisi dulu,” kata Airlangga.

Baca Juga: Diingatkan Airlangga Hartarto Untuk Kerja Keras, Cen Sui Lan Kembali Maju DPR RI di Pemilu 2024

Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu menerangkan, ada pertimbangan tersendiri dalam memutuskan untuk membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) sejak dini bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). KIB dibentuk karena ingin membangun kesamaan visi, misi, ide, dan gagasan yang sama sejak dini.

Hanya saja, Airlangga belum menjelaskan lebih lanjut soal calon presiden (capres) yang hendak diusung KIB untuk Pilpres 2024 mendatang. Dia berdalih KIB masih ingin memperluas basis partai, sehingga belum mengambil keputusan soal capres.

“Karena kita mau memperluas basis partai. Jadi kalau basis partai kita perluas kan leave no one behind. Kalau kita sudah putuskan yang lain hanya sebagai pengikut,” tutur Airlangga. (sumber)

 

fokus berita : #Airlangga Hartarto