27 November 2022

Jerry Sambuaga: UMKM Miliki Peran Penting Selamatkan Ekonomi Indonesia

Berita Golkar - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berperan penting menyelamatkan ekonomi bangsa.

Ia mengatakan, jika melihat data 2021, sebesar 61,07 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia berasal dari sektor UMKM. Perekonomian Indonesia pun tetap resilien meskipun telah diterpa badai pandemi covid-19 sejak awal 2020. "Optimisme tersebut tentu bukan tanpa alasan. Beberapa indikator perdagangan kita saat ini

menunjukkan angka catatan yang baik. Ekonomi Indonesia juga diproyeksikan masih tumbuh 5 hingga 5,1 persen pada 2023. Kendati demikian, kita tentunya harus terus memonitor dan mewaspadai kondisi global saat ini," jelas Jerry dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 November 2022.

Jerry melanjutkan, UMKM mampu menyerap 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. Dengan rincian, usaha mikro sebanyak 107,4 juta, usaha kecil 5,8 juta, dan usaha menengah 3,7 juta. 

Baca Juga: Formasi Caleg Golkar di Dapil Sulsel II Mengerikan, Bikin Partai Lain Minder

Dengan demikian, menurutnya, dengan mendukung usaha UMKM sama artinya dengan menyelamatkan pendapatan, tingkat daya beli, dan konsumsi masyarakat yang sangat mempengaruhi ketahanan ekonomi Indonesia.

Namun, Jerry juga mengakui, pandemi covid-19 telah mengubah, mengembangkan cara-cara baru, dan meninggalkan kebiasaan lama yang sudah tidak relevan dengan protokol kesehatan. Termasuk, dalam sistem perdagangan. 

Pandemi telah memacu para pelaku usaha untuk ikut berubah, terutama dari cara berjualan. Kondisi ini pada akhirnya mendorong pemanfaatan teknologi digital yang sangat tinggi oleh para pelaku usaha dalam operasionalisasi bisnisnya, seperti pemasaran daring, cara pembayaran digital, dan promosi daring melalui sosial media. 

Oleh karena itu, industri niaga-el akhir-akhir ini menjadi sangat digandrungi hampir seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini, niaga-el merupakan penyumbang terbesar dalam ekonomi digital Indonesia. Hal ini didukung dengan potensi pengguna digital di Indonesia sebesar 212,35 juta pengguna internet dan 170 juta merupakan penggunaan media sosial dan pengguna layanan niaga-el yang sudah mencapai 88,1 persen dari total pengguna internet di Indonesia. 

Baca Juga: Dave Laksono: Soliditas Dengan Rakyat Kunci Kemenangan Golkar di Pemilu 2024

Kementerian Perdagangan juga mencatat 54 persen dari total kunjungan niaga-el berasal dari platform milik Indonesia. Bahkan nilai transaksi e-commerce pada 2021 lalu mencapai Rp 401 triliun. 

Lebih lanjut, Jerry mengutarakan, penerapan niaga-el membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memfasilitasi pelaku UMKM untuk dapat bersaing dalam niaga-el. 

Kolaborasi dimaksudkan untuk memberikan pendampingan atau inkubasi penerapan strategi, membangun toko daring, menciptakan jejaring bisnis, dan menciptakan produk dalam negeri yang tetap mengedepankan karakteristik lokal atau nasional yang memiliki nilai tambah dan daya saing. 

"Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memfasilitasi transformasi digital bagi pelaku usaha dalam negeri tersebut melalui program-program pembinaan dan pemberdayaan wirausaha dalam negeri terutama pelaku UMKM dengan beberapa cara," ungkapnya. (sumber)

 

fokus berita : #Jerry Sambuaga