29 November 2022

Ini 2 Prinsip Berpolitik Ridwan Kamil di Partai Golkar: Politik Tahu Diri dan Akal Sehat

Berita Golkar - Ridwan Kamil dengan Partai Golkar saat ini sedang 'mesra-mesranya'. Ibarat anak muda yang tengah memadu kasih, Golkar sudah meminang Ridwan Kamil menjadi kader meskipun Gubernur Jawa Barat tersebut belum mengumumkannya secara resmi kepada publik.

Kepastian Ridwan Kamil yang hanya tinggal selangkah lagi berseragam Partai Golkar terungkap dalam agenda pelantikan PDK Kosgoro 1957 Jawa Barat di Gedung Sate, Minggu (27/11/2022). Keduanya saling memuji, bahkan Ridwan Kamil memberikan isyarat kuat akan segera bergabung dengan partai berlambang beringin kuning tersebut.

Menariknya, jika bakal bergabung dengan Partai Golkar, posisi Ridwan Kamil nantinya di Pemilu 2024 pastinya menyisakan tanda tanya. Mengingat, Gubernur Jawa Barat tersebut sejak akhir tahun 2021 sudah mengutarakan keinginan maju di Pilpres mendatang.

Sementara, Golkar yang sudah tergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama PPP dan PAN, sudah mengunci tiket capres tersebut kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto. Golkar tentu tidak mungkin menyodorkan dua nama itu ke KIB, lantaran PPP dan PAN juga tengah menggodok ketum partainya masing-masing sebagai capres.

Baca Juga: Membanggakan! Jadi Pembicara di Forum PBB, Dyah Roro Esti Soroti Peran Generasi Muda Hingga Perempuan

Mengenai pertanyaan ini, Ridwan Kamil sudah memberikan isyarat kepada Partai Golkar. Di hadapan Ketua Umum Airlangga Hartarto, Ridwan Kamil bicara pilihan rasionalnya untuk 2024 dengan mengibaratkan pilihan rasionalnya melalui 2 filosofi politik.

"Politik Ridwan Kamil itu sederhana Pak Airlangga, saya cuma 2 punya filosofi dalam berpolitik. Satu politik tahu diri, dua politik akal sehat. Jadi semua keputusan saya berdasar dari 2 sumber rasionalitas saya ini," ungkap Kang Emil.

Setelah acara, Ridwan Kamil kembali menegaskan arah dukungannya jika masuk Golkar. Secara tegas, pria yang akrab disapa Kang Emil itu bakal mendukung Airlangga menjadi Capres 2024 menjelang pengumumannya bergabung dengan Partai Golkar. Kang Emil memastikan bakal mendukung Airlangga, dan bakal mengembalikan kejayaan Golkar di Jawa Barat.

"Mudah mudahan juga menjelang 2024, cita-cita partai Golkar berhasil menang dan Pak Airlangga (sebagai Capres) 2024 kita tentukan bersama," tuturnya.

Baca Juga: Dengan Kombinasi Tepat, Airin Rachmi Diany Yakin Golkar Bakal Menang di Banten

Pengamat politik Universitas Padjajaran Firman Manan memberikan pandangannya mengenai posisi Ridwan Kamil jika masuk Golkar. Firman memandang peluang Ridwan Kamil hampir dipastikan tipis untuk bisa maju Pilpres 2024. Pasalnya, Golkar yang tergabung dalam KIB bersama PPP dan PAN, sudah mendorong Ketua Umum Airlangga Hartanto sebagai Capres 2024 mendatang.

"Betul, kalau kemudian elite-elite di level nasional, jika asumsinya Golkar tetap KIB, ketum-ketum di KIB kan sudah punya kesepakatan. Memang tipis peluangnya (Ridwan Kamil maju Pilpres 2024)," kata Firman saat berbincang dengan detikJabar via sambungan telepon, Senin (28/11/2022).

Firman mengungkap, RK sebetulnya masih bisa menjadi figur alternatif bagi KIB untuk bisa diusung jadi capres atau cawapres. Namun syaratnya, Ketum Golkar Airlangga Hartarto batal diusung sebagai Capres 2024.

"Kalau Pak Airlangga tidak didorong maju jadi capres, maka terbuka peluang jadi capres atau cawapres untuk Kang Emil. Karena tidak mungkin kalau dengan asumsi tetap di KIB, dan Kang Emil ke Golkar, tidak mungkin capres-cawapresnya dari Golkar untuk KIB. Saya pikir untuk Kang Emil di level nasional, peluangnya seperti itu," ungkapnya.

Baca Juga: Marak Aksi Oknum Potong BLT, Dave Laksono Desak Pemerintah Tindak Tegas Pelaku

Justru, jika bergabung dengan Golkar, peluang RK kata Firman akan makin terbuka seandainya ia maju lagi di Jawa Barat untuk periode kedua. Namun dengan syarat kata Firman, RK harus bisa mendongkrak suara Golkar di Jabar.

"Kalau untuk pilgub, saya pikir justru nanti yang perlu dilihat sejauh mana kehadiran Kang Emil memberikan insentif kepada Golkar di Jawa Barat. Kalau kemudian bergabungnya dengan Golkar, maka kemudian ada kenaikan suara signifikan di pileg, akan membuka peluang Kang Emil maju di periode kedua. Ini akan menjadi keuntungan untuk keduanya," tuturnya.

Golkar juga kata Firman, harus pintar mensosialisasikan RK jika bergabung nanti. Jika formulanya pas, keduanya bakal diuntungkan di level Pileg maupun Pilgub Jabar 2024.

"Situasinya berpotensi saling menguntungkan. Untuk Kang Emil membuka peluang maju, yang lebih besar di pilgub, Golkar bisa menaikkan suara, karena sampai saat ini kinerja Kang Emil dinilai baik oleh publik Jawa Barat. Jadi tinggal meramunya saja," katanya.

Respons Santai NasDem

Di lain sisi, NasDem yang pernah mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, merespons dengan santai pilihan Kang Emil jika ingin bergabung dengan Golkar. NasDem bakal menghormati keputusan RK jika memilih bergabung dengan Golkar.

"Kalau soal pilihan, itu kan hak pribadi masing-masing yah. Itu kan hak politik mau bergabung dengan partai apapun. Kalau NasDem, menghargai aja hak pilihan itu, dan nggak ada masalah buat NasDem," kata Ketua DPW NasDem Jabar Saan Mustopa.

Untuk saat ini, NasDem Jabar memilih fokus membantu penanganan gempa Cianjur. Pihaknya tak mempermasalahkan jika RK memilih Golkar, meski pernah diusung di Pilgub Jabar 2018 oleh Partai NasDem.

Baca Juga: Kehadiran Ridwan Kamil di Golkar Usik Dedi Mulyadi?

"Kalau sekarang, Nasdem, khususnya di Jawa Barat, kita fokus membantu meringankan beban masyarakat yang terkena gempa di Cianjur. Makanya saya sekarang lagi di Cianjur, dari kemarin di posko. Nah kalau misalnya Kang Emil masuk partai, itu pilihan masing-masing. Tentu dengan berbagai pertimbangan yah, tapi kalau NasDem fokus aja (membantu penanganan gempa Cianjur," ungkapnya.

Selain itu, NasDem juga meliburkan semua aktivitas politik di Jabar supaya bisa fokus membantu warga terdampak gempa Cianjur. Padahal, akhir pekan kemarin kata Saan, NasDem seharusnya menggelar agenda jalan santai yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

"Tapi kita batalkan, karena memang fokus Nasdem membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa di Cianjur. Aktivitas politik di Jabar diliburkan, kemarin aja jalan santai dibatalkan, padahal undangan sudah tersebar, semua udah siap. Karena NasDem mengedepankan kemanusiaan. Semua potensi kita kerahkan untuk membantu korban cianjur," pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Ridwan Kamil #Guernur Jabar #Partai Golkar #2 Prinsip Berpolitik