01 Desember 2022

Hetifah Tegaskan Kualitas SDM Pengajar Jadi Penentu Keberhasilan Dunia Pendidikan

Berita Golkar - Ada beberapa prefensi dalam kebebasan Kurikulum Merdeka. Berkaitan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menuturkan, agar Kota Balikpapan mulai mengadopsi Kurikulum Merdeka, jika sudah siap.

"Kalau ada sekolah yang belum siap, justru itu tugas kita. Untuk memahami alasan apa yang membuat belum siap," ujar Hetifah, saat dijumpai TribunKaltim.co dalam Kegiatan Workshop Pendidikan di Hotel Grand Senyiur Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (1/12/2022).

"Apakah dari sisi pengajarnya, Guru-gurunya yang belum paham. Berarti kita kurang sosialisasi, pelatihan, sehingga perlu peningkatan kapasitas dan kompetensi gurunya," bebernya.

Dengan dibukanya platform Merdeka Belajar, hal ini dapat mengetahui, apa yang diperlukan oleh guru, yang diberi kesempatan untuk belajar secara mandiri.

Baca Juga: Gandeng OJK, Puteri Komarudin Beri Penyuluhan Jasa Keuangan Untuk Warga Purwakarta

"Bagaimana menerapkan kurikulum merdeka, tapi kalau masih ada kesulitan lagi, misalnya sarana prasarana. Itulah yang akan kami usahakan, agar segala persoalan itu bisa terpecahkan," kata Hetifah.

"Tapi jangan mundur lagi, kan sudah maju nih. Namanya mentransformasi, jadi masalanya apa, kita cari pemecahnya," tukasnya.

Dalam hal ini, pada jenjang SD dan SMP, yang menjadi tugas Pemerintah Daerah. Sementara SMA dan SMK menjadi tugas Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi.

"Tapi kami di Pusat, juga bertanggung jawab. Bukan hanya sosialisasi bimtek, pengadaan sarana dan prasarana juga diperlukan," ujar Hetifah. Adanya kurikulum ini, Hetifah berharap, agar tidak membuat para pelajar tertekan, melainkan menyenangkan.

Baca Juga: Gelar Dinner di Menteng, Trio Ketum KIB Asyik Bahas Piala Dunia?

"Setiap tahun akan dievaluasi, namanya sesuatu yang baru pasti akan ada hambatannya. Termasuk guru yang mungkin ada resisten," ungkap Hetifah.

"Sebab kualitas SDM Pengajar, menjadi penentu keberhasilan pendidikan di Kota Balikpapan," katanya. Selain itu, Hetifah juga berharap, komunikasi antara Kepala Dinas dengan pihaknya di pusat, bisa terjalin lebih erat lagi.

"Karena kami sedang ada pembangunan sekolah baru dan membutuhkan tenaga pengajar baru. Karena banyak juga yang pensiun, nah itu kan pengangkatan dari pusat, jadi perlu komunikasi," ucapnya. (sumber)

 

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian