04 Januari 2018

Survei SMRC Golkar Dibawah PDIP, Ini Tanggapan Airlangga Hartarto

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyambut positif hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan elektabilitas partai berlambang beringin di urutan kedua tertinggi setelah PDI Perjuangan.

"Kami sangat mengapresiasi hasil survei tersebut. Saya kira, rakyat Indonesia melihat Partai Golkar dapat bangkit mengawal aspirasi untuk kesejahteraan," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (4/1).

Menurut Airlangga, hasil survei akan menjadi pemicu bagi seluruh kader terus berpacu, agar dapat bangkit sebagai partai politik yang dekat dengan rakyat. Pria yang menjabat Menteri Perindustrian ini juga akan menitipkan program yang terkait kebutuhan rakyat, pada seluruh pasangan calon kepala daerah yang diusung Golkar.

Dengan langkah ini diharapkan elektabilitas partai yang berdiri sejak masa Orde Baru ini, dapat terus melejit pada Pemilu 2019 mendatang."Golkar akan menitipkan program sembako dengan harga yang mampu dibeli rakyat," ucap Airlangga.

 juga mengajak seluruh calon kepala daerah yang diusung, menggagas program yang dapat meningkatkan daya beli rakyat dan menyediakan lahan perumahan terjangkau ketika nanti terpilih.

Sementara terhadap seluruh kader, diharapkan saling bergandengan tangan membantu penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat.

"Mari bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan di daerah masing-masing, serta menyediakan lahan untuk perumahan yang terjangkau dari akses jalan maupun harga," tuturnya.

Sebelumnya, SMRC merilis elektabilitas PDI Perjuangan berada di urutan teratas dengan perolehan 27,6 persen. Kemudian disusul Golkar (12,1 persen), Gerindra (8,9 persen), dan Demokrat (7,7 persen).

Survei digelar pada 7-13 Desember 2017 dengan melibatkan 1.220 orang responden yang sudah memiliki hak pilih dalam pemilu. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.059 orang yang berhasil diwawancarai. Metode yang digunakan multi stage-random.

Margin of error lebih kurang 3,1 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dirilis pada 2 Januari lalu. [jpnn]

fokus berita :