17 Maret 2018

Berita Golkar - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Judistira Hermawan menyayangkan keputusan Marina Ratna Dwi Kusumajati untuk mundur sebagai Dirut PD Dharma Jaya. Sebab saat ini BUMD yang mengurusi bergerak di bidang penampungan pemotongan hewan itu tengah terlilit utang hingga Rp 80 miliar.

Judistira mengatakan, seharusnya permasalahan yang tengah dihadapi PD Dharma Jaya menjadi tantangan bagi Marina, bukan malah meninggalkan BUMD tersebut. "Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dirut Dharma jaya untuk kemudian melakukan terobosan-terobosan agar operasional perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan bahkan harus lebih baik," katanya kepada merdeka.com, Jumat (16/3).

Mengenai keputusan Marina mundur, anggota Komisi B DPRD DKI ini menganggap keputusan tersebut tidak profesional. Karena seharusnya, Marina menyelesaikan utang BUMD ini kepada peternak ayam barulah mengambil keputusan keluar. "Ya harus profesional dan mampu membantu kebijakan-kebijakan Gubernur dan Wagub, kalau tidak mampu ya lebih baik mundur," tegasnya.

Mengenai belum cairnya dana kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO), Judistira menilai karena tidak adanya penambahan anggaran. Sehingga, wajar jika ada perubahan pola kerja saat pemimpin baru masuk. "Ya ini kebijakan dari Gubernur dan Wagub terpilih saat pembahasan anggaran 2018, tentu kita hormati dan yakini Gubernur punya pertimbangan lain dengan tidak memberikan modal tambahan bagi Dharma Jaya," tutupnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Judistira Hermawan


Kategori Berita Golkar Lainnya