20 Juli 2017

Ketus Umum Jadi Tersangka, Golkar Daerah Tetap Solid

Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menjadi tersangka Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada kasus e-KTP. Namun, hal tersebut rupanya tidak membuat goyah kader partai di daerah, termasuk di Tarakan dan Bulungan.

Ketua Umum DPD Golkar Tarakan Tigor Nainggolan menegaskan, pihaknya masih solid membesarkan partai. Menurutnya, persoalan hanya dirasakan secara pribadi oleh Novanto, dan tidak berpengaruh terhadap eksistensi partai hingga ke daerah.

“Tidak ada, aman-aman saja. Partai Golkar, partai nasional. Kalau partai orang kami tidak mau sebut, kalau komandannya rusak, semua rusak. Kalau Partai Golkar, tidak. Karena itu tanggung jawab mereka sendiri, bukan tanggung jawab ke bawah,” ujarnya, Kamis (20/7).

Dengan kesolidan yang dibangun kadernya, Tigor menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin ini juga masih berkomitmen untuk menyukseskan agenda Pilkada Tarakan 2018 dengan mengusung calon sendiri.

Hanya saja, Tigor belum bisa memastikan siapa figur yang akan diusung karena proses penjaringan masih berlangsung. Saat ini, nama-nama bakal calon sudah diserahkan ke DPP. Pihaknya tinggal menunggu rekomendasi siapa yang akan diusung. 

Ada pun isu bahwa Golkar sudah memberikan dukungan kepada salah satu figur, Tigor menjelaskan bahwa dukungan tersebut hanya secara pribadi saja oleh kader. Secara resmi mengatasnamakan partai, belum ada sama sekali.

Namun, Tigor siap untuk mendukung siapa pun yang direkomendasikan partainya nanti, meski bukan namanya. Yang penting, bisa membawa partainya memenangkan pilkada.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bulungan Syarwani juga menegaskan status tersangka Setnov tak membuat semangat kader di daerah surut. Secara organisasi, kata dia, Golkar di daerah, khususnya Bulungan, tetap solid dan kompak. 

“Sampai saat ini kami tetap menganggap beliau (Setnov) sebagai Ketum Partai Golkar. Sebagaimana putusan rapat pleno DPP Golkar,” ujarnya.

Masalah yang tengah dihadapi Setnov, lanjut dia, akan menjadi motivasi dalam bekerja lebih maksimal untuk masyarakat. Secara moral, kader di Bulungan tetap memberikan dukungan dalam menyelesaikan kasus hukumnya. Karena sebagai warga negara yang taat, tetap mengikuti proses hukum yang berjalan. [jawapos]

fokus berita :