23 Mei 2018

Berita Golkar - Aksi intoleransi kembali terjadi di tengah suasana Ramadhan, dimana sekelompok massa melakukan penyerangan, perusakan, hingga pengusiran terhadap kelompok Ahmadiyah. Aksi main hakim terhadap tujuh kepala keluarga itu terjadi di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Sabtu kemarin (19/5/2018) sekitar pukul 11.00 WITA.

Mendengar hal itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak menjelaskan, persoalan terkait jamaah Ahmadiyah memang tidak pernah selesai. Begitu pula kejadian intoleransi tersebut, harusnya tidak boleh main hakim sendiri. "Persoalan Ahmadiyah tidak pernah selesai, kita prihatin dan menyesalkan. Meski berbeda keyakinan kita tidak boleh main hakim sendiri," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Politisi Golkar asal Bogor-Cianjur ini juga meminta pihak aparat keamanan agar melakukan mediasi untuk menengahi permasalahan tersebut. Selain itu, ia meminta Kementerian Agama (Kemenag) bertanggung jawab ikut turun tangan menengahi permasalahan ini. "Intinya agar Kemenag dan pihak berwajib dalam hal ini Polri segera turun ke lapangan berdialog, memberi pencerahan dan mendinginkan suasana," tegas Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islam (MDI ) ini.

Deding menuturkan tidak dibenarkan melakukan tindakan apapun dengan merusak dan mengusir jamaah Ahmadiyah. Oleh sebab itu, Pemerintah harus membahas hal tersebut dan mencari jalan keluar sesuai hukum yang berlaku. "Hukum harus ditegakkan. Kemenag, MUI dan kementerian lembaga terkait dan Pemda, serius membahas dan mengambil langkah antisipatif dan menyelesaikannya secara tuntas," pungkasnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Deding Ishak


Kategori Berita Golkar Lainnya