26 Juni 2018

Dedi Mulyadi Menitikkan Air Mata Saat Ziarahi Makam Ibunda. Ini Penyebabnya

Berita Golkar - Jelang pencoblosan, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi berziarah ke makam ibu kandungnya. Mantan Bupati Purwakarta ini menyempatkan diri datang ke TPU Sukadaya, Desa Sukasari, Dawuan, Kabupaten Subang. Dedi ziarah ke makam Almarhumah Karsiti, didampingi putranya Ahmad Habibie dan Maula Akbar. Seikat bunga diletakan di pusara makam dengan batu nisan berwarna hitam tersebut.

Dedi tampak menitikan air mata. Kesedihannya terpancar jelas dari raut wajahnya. Seakan tak ingin meninggalkan ibunya, Dedi terus mengusap-ngusap batu nisan makam perempuan yang dihormatinya itu. "Saya menangis bukan tidak ikhlas kehilangan ibu. Tapi tempat pemakaman umum ini menjadi salah satu lokasi yang paling di ingat dalam hidup saya," ujar Dedi, Selasa (26/6/2018).

Sejak kecil, TPU Sukadaya menjadi lokasi favorit dirinya. Setiap hari Dedi didampingi ibunya sewaktu hidup, mencari kayu bakar di lokasi ini. Ada salah satu pohon besar yang saat ini tersisa di area pemakaman. Dahan tua dan jatuh dari pohon besar tersebut, lanjut Dedi, saat itu selalu diambil dirinya untuk kayu bakar. Kenangan itu, hingga kini masih melekat kuat dalam ingatan Dedi.

Karena itu, setiap kali dia berziarah ke makam ibunya, kenangan masa kecilnya. "Ini yang selalu membuat saya menangis. Dulu, kehidupan saya bersama ibu dan saudara-saudara sangat sederhana. Tetapi, alhamdulillah sekarang ada perubahan," ujar Dedi. Setiap kali ada peristiwa penting yang akan dijalani, dia selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam ibunya.

Ibu Karsiti meninggal dunia pada 2004 silam. Menurut Dedi, ibunya adalah sosok perempuan yang sangat luar biasa. Salah satu didikan yang paling diingat sampai sekarang, yaitu soal pengelolaa keuangan. Meskipun ibunya itu hanya perempuan desa yang tak punya pekerjaan atau berkarir, namun mampu mendidik dan membesarkan sembilan anaknya. "Ada prinsip keuangan yang sampai sekarang dipegang, yaitu sedikit cukup, banyak ada sisanya," ujar Dedi.

Ajaran ibunya ini, diaplikasikan selama memimpin Purwakarta. Dengan APBD sedikit, dirinya mampu membangun Purwakarta dengan kemajuan cukup pesat dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, ajaran ibunya ini tidak akan dilupakan. Sebab, dinilai sangat positif. "Ajaran ibu saya ini penuh cinta kasih. Makanya, akan saya pakai dalam kehidupan," ujar Dedi. [republika]

fokus berita : #Dedi Mulyadi