29 Juni 2018

Lepas Ribuan Peserta KKN Unhas, Ini Pesan Idrus Marham

Berita Golkar - Menteri Sosial, Idrus Marham mengapresiasi kepeloporan Universitas Hassanudin (Unhas) menyusun program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang inovatif. Program KKN perguruan tinggi bisa berkontribusi kepada upaya mengatasi masalah kemiskinan. Ini sejalan dengan upaya-upaya yang dilakukan Kementerian Sosial. Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah kemiskinan tidak hanya dengan memberikan bantuan sosial.

"Namun juga dengan cara pendampingan dan transfer gagasan. Kegiatan KKN bisa menjembatani ide semacam ini. Termasuk langkah Unhas menjadikan perbatasan sebagian lokasi KKN seperti Asmat," kata Idrus dalam Talkshow dan Pelepasan KKN Universitas Hasanuddin, Kamis (28/6/2018).

Dalam kesempatan ini, ia menantang mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat ke daerah perbatasan. "Kalau ada yang siap mengabdi ke daerah perbatasan, saya akan datang berkunjung dan memberikan bantuan dana," katanya di hadapan 3.879 peserta KKN Unhas.

Penguatan perbatasan sedang menjadi fokus program Kementerian Sosial. Saat ini Presiden Joko Widodo sudah intensif meningkatkan pembangunan infrastruktur perbatasan dengan memperbaharui berbagai fasilitas di sana. "Tugas kita adalah juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di perbatasan. Karena kunci pertahanan di perbatasan adalah kesejahteraan masyarakat di sana," tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengabdian ke perbatasan adalah salah satu unsur tridharma perguruan tinggi. "Jadi KKN hakekatnya adalah sinergitas tridharma perguruan tinggi. Dari aspek pendidikan, saudara bisa belajar dari rakyat. Rakyat biasa mengedepankan proses dalam mengatasi masalah hidupnya. Maka, jangan melihat hasilnya, tapi lihatlah prosesnya. Jika tidak jelas, maka tidak ada produktifitas. Pelajari kepemimpinan dan kearifan lokal di desa," tambah Mensos.

Unsur tridharma perguruan tinggi ketiga adalah penelitian. Dalam konteks ini, Mensos minta mahasiswa melakukan analisis terhadap berbagai masalah di lokasi KKN. "Rumuskan dalam bentuk analisis konseptual, yang terjadi di lingkungan termasuk masalah mengatasi kemiskinan di desa. Maka saya tantang, coba anda berikan masukan kepada Kementerian Sosial saya akan bantu termasuk bantuan dana," katanya, disambut tepuk tangan hadirin.

Jika mahasiswa bisa menyusun konsep yang jitu mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat, jelasnya, itu merupakan legasi (warisan) yang patut dikenang di desa dimana mereka mengabdi. Karena itu, dalam kesempatan ini, Mensos juga menyerah bantuan uang sebesar Rp100.000.000 kepada Unhas.

Sementara itu, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menyatakan, dengan KKN mahasiswa bisa belajar menghadapi masalah, mencari cara penyelesaiannya dan mengembangkan hubungan sosial yang baik dengan lingkungannya. "Ini wahana mereka melatih kepemimpinan. Supaya mereka tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin yang matang karena langsung berhadapan dengan masalah di lapangan," katanya.

Selain dihadiri Mensos, Pelepasan KKN tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat di antaranya Rektor, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti, dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono. Unhas melepas 3.879 mahasiswa untuk menempuh program KKN. Tujuannya ke berbagai pelosok tanah air. Baik di Sulawesi sendiri, Sumatera, kawasan perbatasan Sebatik (Kalimantan), dan ke luar negeri.

Universitas Hasanuddin melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018, yang terdiri dari KKN Reguler Gelombang 99 dan KKN Tematik. Mahasiswa peserta KKN Reguler Gelombang 99 Unhas akan ditempatkan pada enam kabupaten, yaitu:
1. Kabupaten Gowa (wilayah Dataran Tinggi)
2. Kabupaten Bantaeng (semua kecamatan)
3. Kabupaten Maros (semua kecamatan)
4. Kabupaten Pangkep (semua kecamatan kecuali kecamatan pulau)
5. Kabupaten Barru (semua kecamatan)
6. Kabupaten Parepare (tiga kecamatan)

Sementara untuk KKN Tematik, Unhas akan mengirimkan mahasiswa untuk peserta pada 18 tema, yaitu:
1. Desa Sejahtera Mandiri Bantaeng.
2. Desa Sehat Gowa.
3. Andalas Padang
4. Sebatik Kaltara
5. Kebangsaan.
6. Mahkamah Konstitusi.
7. KPK.
8. Internasional Kedah Malaysia
9. Internasional Selangor Malaysia
10. Internasional Jepang.
11. Kakao Bulukumba
12. Desa Membangun Jeneponto
13. TMMD kerjasama kodam 4 lokasi: Majene, Sidrap, Kolaka, Selayar
14. Infrastruktur Gowa.
15. Infrastruktur Parepare
16. Insfrastruktur Bantaeng
17. Infrastruktur Wajo.
18. Infrastruktur Pinrang.

[sindonews]

fokus berita : #Idrus Marham