01 Juli 2018

Cegah Lalu Lintas TKI Ilegal, Bambang Soesatyo Desak Dibangun PLBN Di Nunukan

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan keprihatinan dan duka cita atas tabrakan dua speedboat yang membawa tenaga kerja Indonesia (TKI) secara ilegal di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Jumat kemarin (29/6). Dia berharap, ke depan, tidak ada lagi kecelakaan serupa maupun pengiriman TKI secara ilegal.

"Saya turut berduka cita atas meninggalnya lima orang yang menjadi korban kecelakaan tersebut. Saya harap, masyarakat tidak lagi menempuh jalur perairan secara ilegal. Kenapa harus melalui jalur ilegal yang membahayakan nyawa dan tidak ada jaminan serta perlindungan, padahal untuk bekerja di luar negeri pemerintah sudah memberikan banyak kemudahan dan berbagai fasilitas," jelas Bamsoet, Minggu (1/7/18).

Untuk mencegah kasus serupa, politisi Partai Golkar itu berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan Pos Lintas Bantas Negara (PLBN) di Sei Pancang, Sebatik Utara, Nunukan. Dengan beroperasinya PLBN, upaya untuk mencegah lalu lintas tenaga kerja ilegal yang masuk maupun keluar dari Sebatik, khususnya yang menuju dan dari Tawau, Malaysia akan lebih efektif.

"Akibat tidak adanya PLBN, banyak saudara-sudara kita yang berangkat ke Malaysia maupun pulang ke Indonesia secara ilegal menggunakan speedboat melalui Perairan Sebatik dan Tawau. Tidak sedikit yang menjadi korban kecelakaan laut dalam perjalanan tersebut," tutur Bambang.

PLBN itu nantinya tidak hanya mengontrol keluar masuknya orang-orang dari Indonesia, tapi juga akan berdampak kepada peningkatakan kesejahteraan warga setempat. Begitu pula pihak keamanan akan dapat meningkatkan patroli di kawasan perairan. "Melalui PLBN, mobilitas penduduk maupun barang antar negara dapat terkontrol. Sehingga mewujudkan konektivitas dan aksesibilitas yang baik dalam pengembangan kawasan perbatasan," papar Bambang.

Untuk pembangunan PLBN, DPR siap membantu pemerintah. DPR akan mengalokasikan dana yang memadai bagi Kementerian PUPR dalam APBN. Saat ini, tinggal kemauan dari pemerintah untuk membangun PLBN. "Tinggal political will dari pemerintah dalam menentukan skala prioritas mana yang didahulukan dalam pembangunan," kata Bambang.

Tabrakan speedboat terjadi di sekitar Perairan Sei Nyamuk, Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Satu speedboat berangkat dari Tawau, Negeri Sabah, Malaysia menuju Pulau Sebatik, Indonesia, sedangkan satu lagi dari Sebatik menuju Tawau. Di tengah perjalanan, kedua speedboat bertabrakan. Sebanyak lima orang meninggal dunia dan 12 lainnya mengalami luka-luka. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo