02 Juli 2018

Ditahan KPK, Ahmad Hidayat Mus Yakin Dilantik Jadi Gubernur Maluku Utara

Berita Golkar - Calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus (AHM) ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ahmad ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka. Ahmad yang mengenakan rompi tahanan tak mau banyak berbicara soal penahanannya. Mantan Bupati Kepulauan Sula itu hanya meminta warga Maluku Utara yang telah memilihnya pada Pilgub kemarin untuk bersabar.

"Sabar saja masyarakat Maluku Utara, Insyaallah ada Allah SWT," kata Ahmad, Senin, (2/7/2018). Ahmad yang berpasangan dengan Rivai Umar mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Maluku Utara yang memilihnya. Pasangan yang diusung Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mendapat nomor urut satu. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Maluku Utara telah memilih nomor urut 1 Ahmad-Rivai," kata dia.

Ahmad yakin dirinya dan Rivai akan dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara. "Lantik lah, pasti lah," pungkasnya. Tak hanya menahan Ahmad, penyidik juga menahan adiknya Bupati Banggai Kepulauan Zainal Mus (ZM), yang juga berstatus tersangka dalam kasus ini.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Ahmad ditahan di rumah tahanan (Rutan) cabang KPK di Kav K-4. Dia akan ditahan selama 20 hari ke depan. "Sedangkan ZM ditahan di Rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," pungkas Febri. Dalam kasus ini, keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan Bandara Bobong, Kabupaten Sula tahun anggaran 2009.

KPK menduga jual-beli lahan untuk Bandara Bobong itu fiktif. Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengadaan lahan itu telah merugikan uang negara sekitar Rp3,4 miliar. Ahmad diduga menerima Rp850 juta dan Zainal sebesar Rp1,5 miliar dari temuan kerugian negara itu. [medcom]

fokus berita : #Ahmad Hidayat Mus