04 Juli 2018

Bambang Soesatyo Desak Kemenhub Disiplinkan Pengusaha Transportasi Air

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merasa prihatin dengan kecelakaan kapal secara beruntun belakangan ini. Menurutnya, harus ada pengawasan lebih ketat terhadap moda transportasi laut, danau dan penyeberangan. Sebelumnya, insiden kecelakaan kapal terjadi di Danau Toba saat KM Sinar Bangun yang mengangkut ratusan orang tenggelam pada 18 Juni 2018.

Insiden terakhir adalah kecelakaan feri KM Lestari Maju di Perairan Selayar, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Selasa yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia. “Menyampaikan belasungkawa dan rasa keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan dan korban lainnya,” ujar Bambang, Rabu (4/7/2018).

Bamsoet  menambahkan, penyebab kecelakaan KM Lestari Maju harus diinvestigasi. Menurutnya, harus ada pihak yang mempertanggungjawabkannya. Ia meminta Polri bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menginvestigasi kecelakaan tersebut. “Mengingat banyaknya korban jiwa dan untuk meminta pertanggungjawaban perusahaan dalam memberikan santunan terhadap keluarga korban baik yang meninggal maupun luka-luka,” ujarnya.

Bamsoet juga mengingatkan pentingnya upaya serius untuk mencegah kecelakaan moda transportasi air terus berulang. Legislator Golkar itu mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub harus meningkatkan kinerjanya. “Terutama di sisi pengawasan maupun penerbitan surat izin berlayar bagi perusahaan jasa pelayaran,” ucapnya.

Bamsoet mendorong Kemenhub untuk mendisiplinkan pengusaha-pengusaha moda transportasi air, baik swasta maupun BUMN untuk memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. Menurutnya, semua perusahaan moda transportasi air harus mematuhi peraturan keselamatan dalam perjalanan dan memperhatikan standard operating procedure (SOP).

“Mengimbau kepada perusahaan jasa pelayaran, nakhoda dan kru kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang serta agar disiplin dalam mematuhi prosedur keselamatan di atas kapal guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang,” ujarnya.

Selain itu, Bamsoet meminta Kemenhub dan Badan SAR Nasional untuk meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Khusunya untuk meng-update kondisi cuaca ekstrem, serta melakukan pengecekan terhadap moda transportasi baik laut, udara ataupun darat secara berkala agar laik jalan sehingga kecelakaan tidak berulang,” pungkasnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo