05 Juli 2018

Dedi Mulyadi Ingin Golkar Jadi Partai Rakyat dan Pusat Peradaban

Berita Golkar - Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta seluruh kader mengubah paradigma pergerakan. Dikatakan, Partai Golkar harus menjadi partai rakyat. Dengan demikian, orientasi seluruh kader adalah berbakti pada rakyat bukan mengejar jabatan politik baik eksekutif maupun legislatif. Hal ini dikatakan Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Subang, Kamis (5/7/2018).

“Bakti untuk rakyat itu tidak boleh formal dan tidak boleh berorientasi politik. Golkar harus menjadi partai rakyat. Kader harus mau mengurus masalah sosial, seni, budaya dan tata nilai di tengah rakyat. Jangan melulu bicara jabatan politik,” kata Dedi. Orientasi untuk kepentingan publik ini ditekankan Dedi agar kader Golkar mampu melahirkan solusi. Sensitivitas kader terhadap kebutuhan rakyat menurutnya perlu terus diasah.

Menurutnya, kader Golkar bukan saja menjadi penyambung lidah rakyat, tetapi, mampu menyelesaikan masalah saat itu juga. "Nggak bisa kalau kalau sekadar retorika dan janji. Kader itu harus mampu memberi solusi masalah. Memori rakyat dengan sendirinya akan selalu mengingat bahwa Golkar ini tempat mengadu. Sekaligus menyelesaikan masalah," katanya.

Tak hanya itu, Dedi juga menyatakan Golkar harus menjadi pusat peradaban. Kantor Golkar menurutnya, harus tertata dan melambangkan peradaban masyarakat. "Bangunan kantor harus mewakili kultur lingkungan. Artinya, harus ditata agar jangan terkesan formal. Golkar harus terbuka untuk berbagai usulan pemikiran agar melahirkan cetak biru solusi masalah,” katanya.

Seluruh fasilitas yang ada di Kantor Golkar, katanya, harus melahirkan benefit untuk publik. Kiprah di tengah-tengah publik diyakini akan semakin menguatkan orientasi Golkar sebagai partai rakyat. “Misalnya ini di Subang. Aulanya boleh digunakan untuk resepsi pernikahan. Lalu, menjadi pusat peradaban budaya berikut kesenian. Di Subang ini kan banyak kesenian, ada wayang, jaipong dan sisingaan,” paparnya. [beritasatu]

fokus berita :