05 Juli 2018

Robert Kardinal Yakin Jokowi Bakal Tempatkan Orang Papua Pimpin Freeport

Berita Golkar - Anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI Robert J. Kardinal optimis target Presiden Jokowi merampungkan kesepakatan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia kelar akhir Juli ini. Politisi asal Papua Barat ini melihat, sudah banyak kemajuan dalam kesepakatan itu. Robert sendiri sudah menantikan rampungnya divestasi itu. Sebab, 20 persen hasil divestasi itu akan diserahkan ke masyarakat dan Pemda Papua melalui BUMD.

"Kita perlu apresiasi tekad Pak Jokowi merampungkan kesepakatan divestasi saham ini. Bila perlu sesegera mungkin. Supaya hak-hak yang sudah diberikan pada Pemda dan masyarakat Papua bisa segera terealisasi dan bermanfaat untuk masyarakat Papua, khususnya bagi tujuh suku pedalaman yang ada di sekitar Freeport," kata Robert, saat dihubungi Kamis malam (5/7/2018).

Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini pun berharap, persoalan Freeport tidak berhenti hanya pada divestasi saham. Setelahnya, harus ada upaya menyiapkan sumber daya manusia asal Papua untuk menempati posisi strategis di Freeport. Dia memastikan, saat ini sudah banyak orang Papua yang kompeten untuk memimpin Freeport. "Saya tetap tekankan, jangan lupa sekarang ini sudah banyak putra-putra Papua siap memimpin Freeport Indonesia," ungkapnya.

Dengan divestasi saham 51 persen tadi, Robert sangat yakin Presiden Jokowi dapat mewujudkan mimpi orang Papua menduduki Presiden Direktur di perusahaan raksasa asal AS itu. "Saya sangat yakin Pak Jokowi, yang selama ini betul-betul berpihak, dan menyayangi orang Papua dibuktikan dengan jor-jorannya pembangunan infrastruktur di sana. Sebab, Freeport ini sudah 51 tahun di Papua. Orang Papua sudah siap memimpin ini," kata Robert.

Siapa orang Papua yang pantas menempati posisi Presiden Direktur Freeport, Robert belum bisa mengungkapkannya. Dia hanya menyebut Pemerintah sudah tahu bahwa setelah reformasi banyak orang Papua yang kuliah dan bekerja di luar negeri. Dengan begitu, terbukti kualitas orang Papua tidak kalah dibanding orang luar Papua. Orang Papua sudah pintar-pintar dan mampu memegang posisi penting.

Selain posisi Presiden Direktur, Robert juga mengharap posisi lain untuk orang Papua di Freeport. "Bukan cuma Presiden Direktur, tapi menempatkan sebanyak mungkin orang asli Papua untuk bekerja di PT Freeport Indonesia," katanya. [rmol]

fokus berita : #Robert Kardinal