09 Juli 2018

Bambang Soesatyo Minta Pungli Dan Penyalahgunaan SKTM Dalam PPDB Diusut Tuntas

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyayangkan penyalahgunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) dan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Menurutnya, kasus itu menunjukkan PPDB masih jauh dari transparansi. Bamsoet menyatakan, kepolisian harus mengusut pungli dan penyalahgunaan SKTM dalam PPDB. Sebab, kedua perbuatan itu sudah tergolong tindak pidana.

“Mendorong Polri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang adanya pungutan liar yang terjadi serta menindak tegas oknum penerima dan pemberi pungutan liar, agar didapat sistem PPDB yang bersih dan transparan,” ujar Bamsoet, Jumat (6/7/2018).

Bamsoet juga mengingatkan seluruh panitia PPDB melakukan cek ricek atas dokumen-dokumen yang ditetapkan sebagai persyaratan peserta didik baru. “Jika ada dokumen yang dipalsukan maka hal itu merupakan tindak pidana penipuan dan pemalsuan,” katanya. Bamsoet juga meminta Kemendikbud untuk mendesak seluruh jajaran di bawahnya agar meningkatkan standardisasi sekolah menuju akreditasi yang terbaik.

Selain itu, politikus Golkar tersebut juga meminta para orang tua siswa mematuhi segala aturan dan persyaratan. “Mengimbau kepada seluruh orang tua siswa untuk menerima sistem penerimaan yang sudah ditetapkan sesuai dengan zona daerahnymasing-masing,” pungkasnya.

fokus berita : #Bambang Soesatyo