05 November 2018

Berita Golkar - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memberikan kuliah umum dan forum diskusi dengan Civitas Akademika Polman Bangka Belitung, Senin (5/11/2018) dengan tema 'Peranan Mahasiswa Terapan Teknologi Menuju Industri 4.0 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung'. Acara ini dihadiri Direktur Polman Babel Sugeng Ariyono, para dosen dan ratusan mahasiswa Polman Babel.

Disampaikan Melda, tujuan kuliah umum dan diskusi bersama civitas akademika ini agar mampu meningkatkan wawasan terhadap perkembangan industri 4.0. Selain itu, untuk memperkuat integritas civitas akademika dan mahasiswa, meningkatkan inovasi teknologi pada saat ini dan masa yang akan datang.

"Dalam perkembangan teknologi kontemporer, telah diperkenalkan sebuah istilah Industry 4.0 (Four point Zero). Industry 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomitasi dengan teknologi fisik dan digital, yang terpusat pada internet (Internet of Things)," jelas Melda.

Menurut Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) ini, pemerintah sendiri telah mencanangkan kebijakan dengan mengkonsentrasikan lima industri yang menjadi fokus implementasi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik dan kimia.

Diharapkan industri ini dapat meningkatkan daya saing serta menciptakan lapangan kerja dengan menarik investasi baru yang berbasis teknologi. Dimana pemerintah memiliki target pada tahun 2030, Indonesia masuk ke jajaran 10 negara ekonomi terbesar di dunia.

Diakui Melda, saat ini, Polman Bangka Belitung telah menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing ditingkat lokal maupun nasional, terlebih lagi lulusan-lulusan Polman Babel menjadi bagian perusahaan manufaktur, pertambangan, dan sebagainya, seperti PT Astra Tbk, PT Timah Tbk, PT PLN dan Pertamina dan sebagainya.

Disamping itu, Polman Babel telah menciptakan dan mengimplementasikan banyak teknologi kepada masyarakat umum, seperti mesin pencacah sampah, mesin spiner, mesin pembuat stik sukun, mesin blender bumbu dan sebagainya. Apalagi lanjutnya, Polman Bangka Belitung dihadapkan pula pada tantangan untuk menghasilkan produk-produk teknologi yang dapat diimpelemntasikan oleh industry 4.0.

"Oleh karena itu, Polman Bangka Belitung merupakan salah satu institusi pendidikan terbaik dalam bidang teknologi dan inovasi yang ada saat ini. Dengan perkembangan industri 4.0 diharapkan Polman Babel mampu menghasilkan produk-produk berteknologi tinggi sehingga berguna bagi masyarakat umumnya untuk mengembangkan ekonomi UMKM di Bangka Belitung," harap Melda.

Oleh karena itu, Melda meminta pemerintah terus mendukung institusi pendidikan tinggi untuk dapat berkarya menghasilkan teknologi sesuai dengan perkembangan jaman. "Kepada civitas akademika dan mahasiswa dan mahasiswi Polman Babel diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia memiliki kemampuan daya saing dan berinovasi dalam perkembangan industri 4.0," pesan Melda.

Disamping itu, disampaikannya tidak hanya dihadapkan pada tantangan industri 4.0, pada tingkat lokal Pemerintah Provinsi Babel dijadikan sebagai salah satu daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga diharapkan Polman Babel menjadi bagian program tersebut melalui inovasi dan teknologi dihasilkannya. Dengan perkembangan teknologi dan inovasi diharapkan memajukan ekonomi Babel, baik sektor pariwisata, perdagangan, pertanian dan sebagainya.

Dia menilai, kedepannya dengan berbagai macam teknologi yang telah diciptakan dan yang akan diciptakan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan berbagai sektor di Bangka Belitung dan nasional.

"Acara ini salah satu peran dan bukti bahwa pemerintah pusat berkontribusi terhadap dunia pendidikan tinggi, terutama pada pengembangan inovasi dan teknologi. Melalui pengembangan inovasi dan teknologi selaras dengan tujuan pemerintah, yaitu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara ekonomi terbesar di dunia," harap Melda. [bangkapos]

fokus berita : #Melda Addriani


Kategori Berita Golkar Lainnya