06 Januari 2019

Berita Golkar - Penghargaan "Kebohongan Award" Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diberikan kepada tiga tokoh yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief dinilai menambah keburukan perpolitikan. Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP Ormas MKGR Roem Kono usai melakukan ziarah ke makam para pendiri bangsa, di Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (5/1/2019).

"Saya kira, kita jangan menambah-nambah, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu harus dilakukan," ujar Roem. Ketua Umum ormas pendiri Partai Golkar itu menyarankan lebih baik menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang lebih berhak, jika ada kasus hoaks yang bisa berujung pidana. "Saya kira lebih baik serahkan ke pihak yang berwajib," kata Roem.

Baca juga: Roem Kono Nilai Kinerja Kementan Terus Meningkat dan Berpihak Pada Petani

Menurut Roem, alangkah lebih baiknya jika menyelesaikan persoalan justru bukan menambah persoalan selanjutnya. Dia menegaskan bahwa budaya gotong-royong harus tetap dijaga dalam menghadapi persoalan kebangsaan. "Kita kembali ke Pancasila saja. Jangan seperti negara yang sudah bebas. Baik dari masyarakat, dari para politikus harus mengedepankan musyawarah gotong royong," tegasnya.

Lebih lanjut, Roem mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar keharmonisan suatu bangsa tetap terjaga. "Saya kira penting keharmonisan bangsa kita harus terjaga dengan baik," tandas anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI asal dapil Gorontalo itu. [rmol]

fokus berita : #Roem Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya