09 Januari 2019

Berita Golkar - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan berharap masyarakat berhenti melakukan perdebatan tidak berguna di media sosial dan jadikan medsos sebagai penyambung silaturahmi antar sesama bukan sebaliknya menyulut permusuhan.

"Media sosial sebaiknya digunakan untuk kemaslahatan dan kebaikan agar dapat merajut persaudaraan, bukan untuk menebar gosip, hoaks, fitnah, dan adu domba, dengan demikian kita harus bijak dalam memanfaatkan media sosial," kata Ria Norsan di Pontianak, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Ria Norsan Ingatkan Seluruh ASN di Pemprov Kalbar Tingkatkan Kinerja di Tahun Baru

Menurutnya tantangan ke depan adalah bagaimana membangun masyarakat Kalbar yang beriman dan berakhlak mulia serta mempunyai daya saing tinggi di era globalisasi dewasa ini. Kondisi ini hanya bisa dicapai bila dalam tiap diri pribadi dan seluruh elemen masyarakat tertanam komitmen kuat untuk bersatu, saling mendukung dan memiliki semangat kebersamaan membangun daerah ini sesuai kemampuan dan kesempatan yang dimiliki.

Lebih-lebih di zaman teknologi informasi dan komunikasi yang serba canggih sekarang ini dengan hadirnya media sosial seperti Facebook, Twitter, dan WhatsApp yang kerap memunculkan perdebatan akibat merasa paling benar terhadap perbedaan, sikap ego dan saling tuding sesama, baik masalah sosial, politik, ekonomi hingga hal-hal lain yang dapat memunculkan perpecahan.

Baca juga: Rugikan Negara, Maman Abdurrahman Minta KPK dan Polri Tindak Tegas Illegal Mining

Dijelaskan, semangat kesatuan dan persatuan bangsa bukan terbatas pada kesatuan bangsa, Tanah Air dan bahasa tetapi harus melingkupi seluruh dimensi kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. "Salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesatuan dan kerukunan nasional adalah apabila terdapat kerukunan hidup beragama dalam masyarakat," ujarnya.

Keharmonisan hidup sosial kemasyarakatan, khususnya kerukunan umat beragama akan dapat tercapai jika masing-masing pihak yang berbeda mampu mengesampingkan ego dan fanatisme agamanya dan sebaliknya nilai-nilai agama dalam perspektif yang universal. Sebab setiap agama memiliki nilai universal seperti kemanusiaan, cinta kasih, kedamaian, toleransi, kerukunan dan lain sebagainya yang dapat mengikat semua orang lintas suku, bahasa dan budaya serta tingkat sosial ekonomi dan pendidikan.

Baca juga: Ratusan Anak Pemangkat Ikut Sunat Massal Yang Digelar Golkar Sambas

Sehingga tidak ada alasan bahwa orang yang berbeda agama tidak akan bisa rukun dan menyatupadukan kekuatan untuk bekerjasama membangun masyarakat, bangsa dan negaranya. "Saya optimis, kehidupan keagamaan di negara kita akan semakin baik apabila semua tokoh agama dan umat beragama saling bergandengan tangan mewujudkan kerukunan dan keharmonisan hidup beragama dan menjadikannya pilar penyangga terwujudnya kerukunan yang kita dambakan bersama sesama masyarakat khususnya di Kalbar," imbuhnya.

Di era keterbukaan ini, perilaku kaum muda sudah sangat memprihatinkan, seperti penggunaan obat-obat terlarang, pornografi, pergaulan bebas, balapan liar, aksi tawuran dan berbagai macam perilaku negatif yang harus menjadi tanggung jawab kita semua. "Namun di pundak para wanitalah tentunya lebih cocok melakukan pendekatan-pendekatan humanis, sehingga anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang unggul pada saatnya," tuturnya.

Kaum wanita juga, katanya, sebagai pendamping hidup dan mitra suami juga sangat menunjang keberhasilan profesi suami dalam berkarier. "Begitu pula tak kalah pentingnya peranan wanita-wanita dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara," kata Ria Norsan. [akurat]

fokus berita : #Ria Norsan


Kategori Berita Golkar Lainnya