23 Januari 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono menilai ekspor ikan di Sumatera Barat relatif masih sangat rendah. Mengacu data Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Padang, ekspor ikan di Sumatera Barat masih sebesar Rp 51 miliar per tahun dengan jenis ikan ekspor paling dominan ialah ikan tuna. Untuk itu, pihaknya mendorong BKIPM Padang meningkatkan ekspor ikan.

“Ekspor ikan di Sumatera Barat masih terbilang sedikit. Padahal jika melihat dari udara, begitu luas perairan di Sumbar. Tentunya memiliki potensi ikan yang begitu besar. Dan jika merujuk pernyataan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ekspor ikan di Indonesia mencapai ratusan juta dolar,” katanya saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Kantor BKIPM Padang, Sumatra Barat, Rabu (23/1/2019).

Baca juga: Roem Kono Tuding Kebohongan Award PSI Perburuk Perpolitikan Indonesia

Legislator Partai Golkar itu menyebutkan, secara nasional daerah yang terbesar mengekspor ikan berada di Tanjung Periok, Jakarta, Surabaya, Sumatera, dan Makassar. Sumatera Barat juga perlu terus didorong, agar ekspor ikan meningkat, karena wilayah ini memiliki laut yang cukup luas.

“Seiring dengan itu, BKIPM Padang juga perlu meningkatkan pengawasan dan memastikan bahwa ikan-ikan yang diekspor itu aman dan sehat untuk diekspor. Jika semuanya baik, kemungkinan Sumatera Barat memiliki permintaan ekspor ikan yang lebih besar,” harap legislator dapil Gorontalo itu.

Baca juga: Roem Kono Nilai Kinerja Kementan Terus Meningkat dan Berpihak Pada Petani

Untuk meningkatkan ekspor, harus ada stimulus berupa fasilitas kepada para nelayan Sumbar, sehingga dapat memberikan peran dalam ekspor ikan ke berbagai negara di dunia. Ke depan, pesan Roem Kono, tentu pemerintah perlu mendukung kegiatan para nelayan, sehingga hasil tangkapan nelayan turut meningkat, dan dengan demikian dapat menambah jumlah ikan yang hendak diekspor. [kontributor Sumbar]

fokus berita : #Roem Kono


Kategori Berita Golkar Lainnya