28 Januari 2019

Berita Golkar - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengusulkan agar pemerintah memberikan kesamaan hak bagi para pengguna kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat. Ia minta pemerintah juga menyediakan jalan tol bagi pengguna kendaraan roda dua. Ini penting, karena baik roda empat atau roda dua sama-sama wajib membayar pajak, maka persamaan hak juga harus ada.

“Dari (pantauan di) lapangan, kami juga mengimbau dan menyuarakan, sudah saatnya pemerintah menyediakan jalan khusus roda dua di jalan-jalan tol,” tandas Bamsoet, sontak disambut sorak-sorai dan tepuk tangan para bikers yang berpesta, di acara Pesta Rakyat yang diisi oleh para komunitas pengendara motor, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Baca juga: Bambang Soesatyo Minta TNI AL Tingkatkan Peran Diplomasi Maritim di Forum Internasional

Tidak hanya di Bali dan Suramadu (Madura) saja,  legislator Partai Golkar ini menuntut di jalan-jalan tol lain juga seharusnya disediakan jalur khusus pengguna roda dua. Menurutnya pemerintah cukup merealisasikannya saja, saat pembangunan jalan tol dibarengi jalur khusus motor. Karena Peraturan Pemerintahnya sudah ada.

“Makanya saya mengimbau dari Gedung Parlemen ini kepada pemerintah untuk segera merealisasikan jalan tol untuk kendaraan roda dua. Sebenarnya sudah ada PP-nya tahun 2009, makanya ada jalan tol motor di Bali jalan tol motor di Suramadu,” ungkap Bamsoet. Regulasi resmi yang mengatur sepeda motor bisa memasuki jalan tol, tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 tahun 2009.

Baca juga: Bambang Soesatyo Minta Anggota DPR Segera Laporkan SPT dan LHKPN

Regulasi itu merevisi Pasal 38 pada PP Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol yang isinya membahas soal pengguna jalan tol. Peraturan itu dibuat atas dasar pemahaman motor adalah alat transporasi yang populasinya besar. Pembuat kebijakan menilai perlu ada kemudahan untuk biker dalam penggunaan jalan tol dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan.

Jalan tol yang baru sesuai dengan revisi peraturan tersebut hanya di Bali, yang dikenal dengan Tol Bali Mandara. Adapun jembatan Suramadu kemudian hari dibebaskan, namun disediakan jalur khusus, karena faktor keamanan dan keselamatan. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Bambang Soesatyo


Kategori Berita Golkar Lainnya