15 Februari 2019

Berita Golkar - Kepemimpinan Plt. (Pelaksana Tugas) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer masih saja kerap diserang dengan suara sumbang dan nyiyir oleh oknum kader dan mantan pengurus Golkar yang sudah “karatan” dan tidak memberikan kontribusi positif bagi partai malah bisa jadi “parasit.”

Menyikapi kondisi ini Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar yang juga Ketua Umum PPK (Pimpinan Pusat Kolektif) Kosgoro (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong) 1957 Agung Laksono meminta kader Golkar di Bali stop ribut-ribut.

Baca juga: Kader Senior Golkar Bali Adukan Demer Ke Mahkamah Partai, Ini Penyebabnya

“Dengan Pak Gde Sumarjaya Linggih sudah sah sebagai Plt mari solid lah. Jangan ribut-ribut lagi,” tegas Agung Laksono saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali yang berlangsung di wantilan Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Jumat pagi (15/2/2019).

Ia menginstruksikan seluruh kader Golkar mendukung kepemimpinan yang sah Gde Sumarjaya Linggih alias Demer selaku Plt. (Pelaksana Tugas) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali menggantikan Ketua DPD Golkar Bali sebelumnya I Ketut Sudikerta sesuai SK 362 DPP Partai Golkar.

Jangan sampai sampai ada yang melawan kepemimpinan Demer yang sah. Jika sampai ada kader yang terus ribut-ribut, bersuara sumbang, “menggoyang” Demer dan menentang segala kebijakan yang diambil untuk membesarkan partai, DPD Golkar maupun DPP Golkar tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas.

“Siapapun kader Partai Golkar harus patuh pada kepemimpinan yang sah ini. Kalau tidak, bisa sanksi supaya kita bersatu. Yang melawan perlu didisiplinkan dengan keras,” tegas Agung Laksono.

Bahkan bagi kader yang terus membandel dan jadi ibarat “trouble maker” atau pengacau dan pembuatan masalah di Golkar, Agung Laksono tegas meminta yang bersangkutan keluar secara sadar dari Golkar atau diganti saja “Kalau ngeyel mau bikin rusak partai, tinggalkan saja Golkar. Ganti dengan yang lain,” katanya.

Sementara bagi kader yang mendukung penuh kebijakan induk partai dan menjaga soliditas, kondusivitas serta bersama-sama pengurus DPD Golkar Bali membesarkan partai “beringin” maka tentu akan mendapatkan reward atau penghargaan.

“Reward and punishment harus berjalan. Jadi ada sanksi bagi yang tidak patuh, lalu ada penghargaan dan apresiasi kalau patuh,” imbuh mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar versi Munas Ancol itu.

Berhenti Berpolemik, Segera Bersatu

Ia menambahkan dalam era demokrasi dan iklim organisasi Partai Golkar, boleh dan sah-sah saja berbeda pendapat. Tapi kalau sudah diputuskan oleh induk partai oleh DPP Golkar bahwa Demer selaku Plt. Ketua DPD Golkar Bali, jangan digoyang lagi dengan alasan atau isu macam-macam.

Baca juga: Agung Laksono Gembira Yusril dan PBB Resmi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Untuk itu, Agung Laksono dengan tegas meminta kader Golkar Bali untuk berhenti berpolemik dan harus segera bersatu. “Saya saja yang sah Ketua umum Golkar (hasil Munas Ancol-red) tapi demi kemajuan partai saya rela islah, bersatu. Masak di Bali tidak mau bersatu dan maunya ribut terus,” katanya agak kesal.

Di sisi lain masyarakat juga sudah bosan dan “alergi” serta apatis dengan adanya konflik internal di partai. Sebab mereka ingin suasana yang sejuk, kedamaian serta persatuan yang juga harus dicontohkan oleh para elite politik.

“Masyarakat tidak ingin ada perpecahan dan konflik di partai. Mari kita rebut kembali persatuan supaya partai Golkar menang,” ajaknya lantas mengingatkan untuk menjaga persatuan dan soliditas di Golkar sebenarnya tidak sulit sepanjang semua pihak mematuhi ketentuan atau aturan organisasi.

Seperti diketahui belakang kondisi internal Golkar kembali menghangat pasca adanya pergantian pengurus DPD Golkar Bali yang dilakukan Demer selaku Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali. Ada pihak-pihak dan oknum yang tidak puas.

Padahal pergantian tehadap pengurus lama yang tidak aktif dan banyak yang vakum ini serta banyak juga yang tidak maju nyaleg, murni dilakukan untuk memperkuat soliditas pengurus dan meningkatkan kinerja DPD Golkar Bali dua bulan jelang Pileg dan Pilpres dengan adanya tambahan “darah segar” serta pengurus dari kalangan milenial.

Komang Takuaki Banuartha Pimpin Kosgoro Bali

Sementara itu, dalam Musdalub ini Komang Takuaki Banuartha terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali terhitung dengan masa jabatan yang singkat yakni hanya setahun hingga 2020.

Baca juga: Reshuffle Pengurus Ala Demer Bikin Golkar Bali Bergejolak

Ia menggantikan I Wayan Sukarya selaku Ptl Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali di tengah sempat adanya kekosongan kepemimpinan setelah Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali periode 2015-2020 IGA Indah Trimaffo Yudha alias Gek Inda mengundurkan diri karena nyaleg dari Partai PDI Perjuangan untuk DPRD Badung.

Selain Agung Laksono, Musdalub PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali juga dihadiri Sekjen PPK Kosgoro Sabil Rahman, serta anggota Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar Dewa Made Widiasa Nida.

Hadir pula Plt. (Pelaksana Tugas) Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Partai Golkar Bali Komang Suarsana yang akrab disapa Mang Kos serta jajaran pimpinan PKD Kosgoro Kabupaten/Kota se-Bali. [metrobali]

fokus berita : #Agung Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya