07 Maret 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung, menginstruksikan jajaran calon legislatif dan pengurus di daerah untuk fokus di pemilu serentak 2019. Kemenangan di pemilu serentak akan membuat partai berlambang pohon beringin ini bisa meraih kursi pimpinan, baik untuk DPRD di Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun di pusat.

Pada prinsipnya, Akbar Tanjung cukup optimistis Golkar bisa menaikkan kursi di pemilu kali ini. "Saya punya optimisme yang cukup tinggi Golkar mendapat suara lebih dari pada perolehan suara yang lalu," kata Akbar Tanjung saat ditemui di Surabaya, Kamis (7/3/2019).

Baca Juga: Bakar Semangat Kader, Akbar Tandjung Ingin Golkar Kembali Jaya di Riau

Untuk, diketahui Golkar menargetkan dapat meraih 110 kursi pada pemilu mendatang. Target ini naik dari perolehan pemilu 2014 silam yang baru mendapatkan 91 kursi sekaligus menempatkan Golkar di peringkat kedua perolehan kursi terbanyak di DPR RI.

Dari target tersebut, Golkar di Jawa Timur optimistis bisa bisa memberikan 16 kursi dari 11 dapil. Target ini lebih tinggi dari perolehan kursi di hasil pemilu 2014 yang baru mendapatkan 11 kursi DPR RI dari 11 dapil. Pun demikian pula dengan DPRD Jatim. Golkar menargetkan dapat meraih 20 kursi dari 14 dapil di Jatim. Target ini meningkat dari perolehan pemilu lalu yang baru mendapat 11 kursi dari 11 dapil.

Apabila dapat meraih target tersebut, pihaknya menargetkan bisa meraih kursi pimpinan dewan. "Kami optimis ada kenaikan suara pemilu Golkar sekaligus kenaikan kursi," katanya. "Kalau bisa mendominasi, ada kepemimpinan Partai Golkar di DPR. Syukur, Ketua DPRD Jatim juga berasal dari Golkar. Hal yang sama juga ada di DPR RI, kenaikan yang sama kita lihat," kata mantan Ketua DPR RI periode 1999-2004 ini.

Untuk diketahui, di DPRD Jatim, Golkar menempatkan Soenarjo sebagai Wakil Ketua DPRD. Sedangkan di DPR RI, Golkar juga menempatkan anggotanya di kursi pimpinan dewan, Bambang Soesatyo, sebagai Ketua DPR RI.

Baca Juga: Akbar Tandjung Minta Kader Golkar Waspadai Pergerakan Nasdem dan Gerindra

Bahkan, bukan tidak mungkin Golkar bisa menjadi pemenang di pemilu, sama seperti pemilu 2004 silam.
"Syukur-syukur, kita jadi pemenang. Kenapa? Karena Golkar pernah menjadi pemenang. Sehingga, kalau 2004 Golkar jadi pemenang, sekarang kenapa tidak?," katanya kepada Tribunjatim.com.

Untuk bisa mewujudkan hal ini, Akbar Tanjung memberikan berbagai arahan. Di antaranya, menyusun konsolidasi dengan baik antar kader dan calon konstituen. "Pada 2019 pun kalau kami bisa membangun dengan baik, pengorganisasian dengan baik, konsolidasi dan konsoliditas juga terbangun, kami yakin menjadi pemenang," kata mantan Menteri Sekretaris Negara di era Presiden BJ Habibie ini.

Menurutnya, keyakinan ini juga didasari dengan besarnya animo masyarakat dari berbagai provinsi yang ia kunjungi. "Keyakinan ini bukan hanya dari Jatim, namun juga tempat lain. Kami sudah berkeliling ke 16 provinsi. Di provinsi lain pun kami melihat adanya tren peningkatan itu. Semangat mereka untuk menaikkan suara semakin nampak," tegasnya.

Akbar Tanjung memang berkeliling di beberapa daerah. Seperti halnya di Jatim, Akbar Tanjung memberikan pembekalan kepada jajaran caleg se-Jatim, Kamis (7/3/2019). Berlangsung di Gedung DPD Golkar Jatim, acara ini diikuti oleh jajaran caleg di Jatim.

Baca Juga: Sambangi Kalsel, Akbar Tandjung Puji Spirit dan Soliditas Kader

Bukan hanya membebankan tugas bagi pengurus daerah, Golkar juga menerjunkan jajaran pengurus di pusat untuk berkeliling. Tujuannya, membangkitkan semangat perjuangan di pemilu.

"Para pengurus di daerah semakin semangat. Hal itu, salah satunya berkat dari turunnya kami, para senior Golkar, ke bawah. Sekali lagi, kemenangan Golkar bukan sekadar menjadi tanggungjawab sebagian pihak, namun seluruh kader," pungkas pria yang juga pernah menjabat sejumlah jabatan Menteri di era Presiden Soeharto ini. [tribunnews]

fokus berita : #Akbar Tandjung


Kategori Berita Golkar Lainnya