09 Maret 2019

Berita Golkar - Tak dipungkiri, Gorontalo menjadi salah satu daerah di Indonesia yang menjadi basis Golkar. Semenjak Gorontalo terbentuk menjadi provinsi pada 2000 silam, Golkar selalu mendominasi perolehan suara pemilu utamanya di level provinsi.

Hegemoni itu bisa terlihat dari prestasi Golkar yang selalu mendapatkan kursi terbanyak di DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo hingga kursi Ketua DPRD selalu dalam genggaman sejak DPRD Provinsi berdiri 2001. Lalu berlanjut di pemilu 2004, 2009 dan 2014.

Baca Juga: Rusli Habibie Dorong Kepala Daerah se-Gorontalo Kenakan Upia Karanji

Tapi, bisa jadi pemilu 2019 menjadi akhir hegemoni Golkar. Karena ada 7 partai lain yang menaikkan target kursi di Deprov dengan tujuan mendapatkan kursi pimpinan Deprov. Kenaikan target ini tentu saja bisa mengganggu Partai Golkar yang disaat yang sama juga menaikkan target perolehan kursi di Deprov Gorontalo.

Berdasarkan informasi dan hasil wawancara yang berhasil dihimpun Gorontalo Post, 7 partai yang bakal menjadi pesaing Golkar dalam perebutan kursi pimpinan Deprov yaitu PAN yang menargetkan minimal 9 kursi atau mengalami tambahahan dua kursi dari perolehan saat ini. Kemudian PDIP yang juga menargetkan 9 kursi dari 6 kursi saat ini. Lalu Hanura, PPP, Demokrat dan Nasdem yang menargetkan minimal 6 kursi.

Partai Golkar sebagai jawara pemilu 2014, tentu saja harus berhati-hati dengan langkah para pesaingnya. Yang bisa saja menyodok pada perolehan suara pemilu 2019.

Terkait hal ini, Sekretaris DPD I Golkar Gorontalo Paris Jusuf mengatakan, target kenaikan perolehan suara untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif, merupakan hal wajar dan lumrah yang dilakukan oleh setiap partai. Tapi tentu penetapan target ini harus didasarkan pada kondisi lapangan dan kemampuan partai.

“Kami juga menargetkan kenaikan kursi di DPRD Provinsi untuk menjaga hegemoni partai Golkar. Kalau pemilu 2014 kita bisa dapat 12 kursi dari 45 kursi di DPRD, tahun ini kita target 15 kursi,” ujar Paris Jusuf.

Politisi berlatar akademisi yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Provinsi itu menuturkan, target 15 kursi itu ditetapkan setelah mempertimbangkan ketokohan caleg di setiap daerah pemilihan (dapil).

Paris mengatakan, pihaknya meyakini ada beberapa dapil yang perolehan kursinya bisa bertambah dari pemilu 2014. Yaitu di dapil Bone Bolango, Kota Gorontalo dan Boalemo-Pohuwato yang masing-masing ditargetkan bisa menambah satu kursi dari pemilu 2014.

Baca Juga: Marten Taha Optimis Golkar Bakal Dominasi Kursi Parlemen Kota Gorontalo

Sebagaimana diketahui, di pemilu 2014, Golkar mendapatkan satu kursi di Dapil Bone Bolango, dua kursi di dapil Kota Gorontalo dan empat kursi di dapil Pohuwato-Boalemo. “Kita yakin incumbent masih akan tetap bertahan. Karena sangat produktif memperjuangkan aspirasi rakyat selama duduk di legislatif,” jelasnya.

Kenaikan target kursi legislatif provinsi pada Pileg 2019 oleh partai-partai besar dan menengah dipastikan sudah rasional dengan kondisi di lapangan.

Sekretaris DPD PDIP Gorontalo La Ode Haimudin mengatakan, target 9 kursi bukan hal mustahil bagi PDIP. Ada beberapa dapil yang berpotensi menambah kursi ke DPRD Provinsi. Yaitu dapil Bone Bolango dan Boalemo-Pohuwato.

“Di Bone Bolango pak ketua (Kris Wartabone.red) kembali mencalonkan diri. Sehingga bisa jadi dua kursi. Lalu di dapil Boalemo-Pohuwato dua kader PDIP duduk sebagai kepala daerah. Ini bisa menyumbang tambahan dua kursi bagi kami,” jelas La Ode Haimudin.

Ketua Dewan Pertimbangan DPW PPP Gorontalo AW Thalib mengatakan, untuk kursi DPRD Provinsi, kita menargetkan minimal setiap dapil bisa menyumbang satu kursi. Sehingga PPP bisa dapat 6 kursi.

“Sekarang ini kan kita tidak ada kursi dari dapil Boliyihuto grup dan dapil Pohuwato-Boalemo. Kita harapkan tahun ini dua dapil itu bisa dapat kursi ke DPRD Provinsi,” ungkapnya.

Meski di pemilu 2014 partai Nasdem tak mendapatkan kursi di DPRD Provinsi, pada pemilu 2019 Nasdem yang kini dipimpin Bupati Bone Bolango Hamim Pou itu menargetkan kursi pimpinan DPRD Provinsi dengan target minimal setiap dapil bisa mendapatkan satu kursi.

Target minimal 6 kursi juga sebelumnya telah disampaikan Ketua DPD Demokrat Gorontalo Gusnar Ismail. Dia mengatakan, di pemilu 2019, Demokrat menargetkan 6 dapil bisa menyumbang minimal satu kursi setiap dapil.

Baca Juga: Di Bawah Rusli Habibie, Golkar Gorontalo Sulit Dibendung Lawan Politik di Pileg 2019

“Sehingga Demokrat berpeluang mendapatkan kursi pimpinan DPRD,” tandasnya. Pengurus DPW PAN Gorontalo Ismail Alulu juga mengemukakan, PAN akan berupaya untuk bisa mengoptimalkan sumber daya partai untuk mendukung kenaikan target kursi DPRD Provinsi di pemilu 2019.

“Misalnya posisi Kader PAN di kursi legislatif. Seperti posisi pak Anas Jusuf sebagai wakil bupati Boalemo akan kta optimalkan untuk mendukung perolehan target partai di Pileg 2019,” tandasnya. [hargo]

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya