14 Maret 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua MPR Mahyudin angkat bicara soal kisruh Daftar Pemilu Tetap (DPT). Ia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merapikan DPT dan menyisir kembali Warga Negara Asing (WNA) dan pemilih ganda dalam DPT.

"Ini masih ada waktu satu bulan lagi. Karena itu KPU harus bekerja keras untuk merapikan DPT. Kita ingin pemilu ini benar-benar akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia. Jadi siapa pun yang terpilih dalam pemilu orang bisa menerima dengan lapang dada," kata Mahyudin, dalam keterangannya, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Mahyudin Apresiasi Peran FKPPI Pertahankan Pancasila dan NKRI

Usai memberi pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ibu-ibu Majelis Taklim Kelurahan Waru, di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (11/3/2019) itu, Mahyudin menyinggung bahwa belakangan ini ada temuan sebanyak 174 WNA masuk dalam DPT.

Selain itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebutkan masih ada jutaan pemilih ganda dan fiktif dalam DPT. Untuk WNA, menurut Mahyudin, KPU sudah melakukan penyisiran dan pencoretan dalam DPT. Sedangkan untuk pemilih ganda dan pemilih fiktif, dia menyangsikan jumlahnya mencapai jutaan orang.

Baca Juga: Mahyudin Himbau Masyarakat Tidak Golput dan Hindari Money Politics

"Jumlah pemilih ganda itu kan masih katanya. Kita tidak tahu apakah memang jumlahnya 17 juta. Kalau ada temuan nama ganda dan fiktif tentu sudah dicoret KPU," ucap Mahyudin. [detik]

fokus berita : #Mahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya