14 Maret 2019

Berita Golkar - Calon Anggota DPR RI dari Partai Golkar dapil Sulsel II, Hj Erna Rasyid Taufan berang saat pergoki pasangan suami istri (pasutri) yang sedang bermesraan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari, Kota Makassar.

Ia mengaku miris, karena adegan tersebut terkesan dibiarkan bahkan di tempat umum. Hal ini diungkapkan Erna saat mengunjungi salah satu kerabatnya di Lapas tersebut.

Erna yang juga Ketua Forum Kajian Cinta Alquran Kota Parepare ini bahkan sempat menegur petugas Lapas. "Perilaku pasutri bermesraan yang seharusnya dilakukan di tempat tertutup itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam," ujar Erna Rasyid Tufan, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga: Erna Rasyid Taufan Dinilai Sudah Layak Berkiprah di Kancah Nasional

Erna juga menjelaskan, kejadian tersebut mencerminkan bobroknya etika dan tatakerama dalam Lapas itu sendiri. "Jangankan mempertontonkan adegan suami isteri di depan umum, menceritakan saja dilarang agama," urainya.

Dalam Alquran, lanjut Pembina Majelis Anak Sholeh ini, perilaku tersebut merupakan perbuatan mungkar.

Selain menebarkan perbuatan tidak senonoh juga akan membangkitkan hawa nafsu orang lain atau bahkan mengundang mereka untuk melakukan hal yang sama di depan umum.

“Saya tidak setuju pembiaran pasutri bermesraan begini di depan umum. Ini menafikan sifat malu dan fitrah seorang manusia yang harusnya ada dalam diri seorang muslim. Dalam hadis dijelaskan, rasa malu itu merupakan bagian dari keimanan,” jelas Ketua Forum Komunikasi Putra Putri TNI/Polri Parepare.

"Saya tidak setuju pembiaran pasutri bermesraan begini di depan umum. Ini menafikan sifat malu dan fitrah seorang manusia yang harusnya ada dalam diri seorang muslim," tambah Erna.

Harusnya kata dia, pihak Lapas menyiapkan ruangan khusus bagi pasutri bermesraan, melepas kerinduaan mereka. "Saya tidak salahkan pasutrinya tapi kebijakan Lapasnya," ucap Erna ketika menyampaikan kekecewaannya kepada seorang Petugas Lapas Gunung Sari, Makassar itu.

Ia melanjutkan, dalam Alquran, surah An-Nur ayat 58, Allah berfirman "Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu, sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’.(Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,"

Baca Juga: Ini Peran Al-Hidayah Dalam Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup

"Dalam ayat ini, secara tersirat mengisyaratkan bahwa tempat khusus bagi suami istri untuk bermesraan adalah dalam kamar-kamar atau tempat yang tidak dilihat oleh orang lain walaupun anak mereka sendiri," tegasnya.

Bahkan kata dia, dalam tiga waktu tersebut yang secara umum menjadi waktu untuk berhubungan intim, dan bermesraan, anak-anak mereka dilarang untuk memasuki kamar-kamar mereka.

"Semua ini menunjukkan bahwa bila anak-anak dan orang yang satu rumah saja dengan mereka dilarang untuk melihat perilaku khusus ini, maka apalagi dengan orang lain. Ini juga secara tidak langsung sebagai anjuran untuk melakukan kemesraan ini di dalam tempat khusus secara berdua, dan tidak boleh didengar atau dilihat oleh orang lain," pungkasnya. [gonews]

fokus berita : #Erna Rasyid


Kategori Berita Golkar Lainnya