20 Maret 2019

Berita Golkar - Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, mengingatkan potensi ancaman terorisme dan disintegrasi bangsa. Upaya itu dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi empat pilar kepada warga di pelosok Indonesia.

Selama kurun waktu 19-24 Maret 2019, sosialisasi empat pilar dilakukan di sejumlah tempat di Provinsi Kalimantan Timur.

Pada Rabu (20/3/2019) siang, kegiatan dilakukan di Balai Pertemuan Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara.

Baca juga: Gencarkan Sosialisasi 4 Pilar Hingga Daerah Pelosok, Ini Alasan Mahyudin

"Perintah daripada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 juncto Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014 tentang MD3, MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Yang menugaskan kepada MPR untuk memasyarakatkan 4 Pilar tersebut," kata Mahyudin, dihadapan warga, Rabu (20/3/2019).

Mengacu pada Pasal 5 ayat b UU MD3, MPR bertugas memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu, terdapat setidaknya tiga alasan mengapa sosialisasi empat pilar itu harus dilakukan.

Alasan pertama, kata dia, masih melihat lemahnya penghayatan dan pengamalan ajaran-ajaran agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru.

Dia menjelaskan, pemahaman agama yang keliru menimbulkan munculnya paham radikal. Selama kurun waktu belakangan ini terjadi peledakan bom di sejumlah tempat. Salah satunya di Gereja Oikumene, Samarinda, pada 2016.

"Ini lahir dari pemahaman agama yang keliru," kata dia.

Setelah lemahnya penghayatan dan pengamalan ajaran-ajaran agama, alasan lain mengapa sosialisasi empat pilar dilakukan, karena timbul fanatisme kedaerahan. Namun, kata dia, belakangan ini fanatisme kedaerahan sudah mulai berkurang.

Hal ini, kata dia, tidak lepas dari sudah merata pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dia menilai, pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur sudah berjalan baik.

Dua bandara internasional, yaitu Bandara Maratua di Pulau Maratuan Kabupaten Berau dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Kota Samarinda sudah beroperasi.

Selain itu, sudah mulai dibangun Jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang direncanakan akan menghubungkan Kota Balikpapa dengan Kota Samarinda.

"Dulu ada pemikiran disintegrasi. Penyebab disparitas pembangunan, karena Indonesia ini tidak adil. Jawa (jalan,-red) bagus, Samboja lubang," kata dia, sambil disambut tepuk tangan warga.

Sedangkan, alasan ketiga, yaitu masih kuatnya primordialisme atau pandangan yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik tradisi, adat istiadat, kepercayaan maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertama.

Baca juga: Mahyudin Minta Pejabat dan Pimpinan Parpol Beri Contoh Baik Tidak Korupsi

"4 Pilar ini, tidak lain hal pemersatu bangsa. Hari ini saatnya bersatu," tambahnya.

Berdasarkan pemantauan, sekitar 200 orang dari Kelompok Tani Setia Kawan Samboja menghadiri acara sosialisasi empat pilar tersebut.

Mereka sangat antusias mendengar pemaparan dari Mahyudin. Hal ini terlihat dari upaya mereka mengabadikan pemaparan melalui telepon genggam. [tribunnews]

fokus berita : #MahyudinMahyudin


Kategori Berita Golkar Lainnya