18 Agustus 2017

Butuh SDM dan Logistik Lebih Besar, Setya Novanto Minta Kader Kerja Lebih Keras
Berita Golkar - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto meminta seluruh kader Golkar, koordinator bidang (korbid) untuk bekerja lebih keras dalam mendukung Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Pileg dan pilpres dilakukan secara serentak. Ini memerlukan sumber daya, manajemen dan strategi yang berbeda dengan pemilu yang terpisah. Kita membutuhkan sumber daya manusia dan logistik yang lebih besar dalam tempo yang bersamaan," katanya di Bogor, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, hal tersebut diperlukan untuk pemilu yang profesional, yang kredibel. Terlebih, dalam rangka Pilpres, tantangan jauh lebih kompleks.

"Untuk memenangkan pileg kita harus bersaing dengan partai lain. Tapi pada waktu bersamaan untuk memenangkan pilpres, kita juga harus bekerjasama dengan partai-partai koalisi," ungkapnya.

Ketua DPR RI inj juga menyebutkan, agar para kader juga memperhatikan media sosial (medsos). Karena menurutnya, pengaruh medsos juga menjadi sangat penting untuk mempengaruhi pemilih.

"Semuanya jadi tantangan. Saya minta rapat membahas pemilu dan fokus. Dengan sistem modern, sumber daya meanusa lebih baik, logistik lebih besar. Karena kita sudah punya calon presiden (Jokowi). Dan itu harus terkonfrontasi dengan beliau," jelasnya.

Untuk itu, dalam rangka memperluas basis jaringan Golkar di masyarakat, demi memenangkan pilkada, pileg dan pilpres, akan memperkuat dari aspek sepiritual, seni budaya dan olahraga.

"Akan dicanangkan majelis dzikir, badan seni budaya dan badan-badan olahraga. Tidak ada alasan lain bagi korbid-korbid. Semuanya harus melakukan konsolidasi dan koordinasi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan tidak ada perubahan hasil Rapimnas Partai Gokar yakni tetap pada keputusan mengusung Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Yang bisa merubah rapimnas adalah rapimnas sendiri. Rapimnas kemarin bukan merubah, malah menguatkan. Lalu rapat pleno kemarin memutuskan Golkar mengusung Jokowi. DPP tidak boleh melanggar keputusan rapimnas. Karena jika DPP melanggar bisa dimusnalubkan oleh DPD," ujar dia. [okezone]

fokus berita : #Setya Novanto