22 April 2019

Berita Golkar - Perolehan suara Partai Golongan Karya (Golkar) terpuruk di Sumatera Utara pada Pemilu Legislatif 2019. Partai beringin gagal mempertahankan keunggulan di Pileg 2014 lalu, dan disalip dua partai sekaligus.

Pada Pileg 2014, Golkar meraup suara terbanyak di Sumut dengan perolehan 1.004.498 suara. Hasil itu mengantarkan empat orang caleg Golkar ke Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Anthon Sihombing Dukung Keajaiban Danau Toba Jadi Destinasi Wisata Internasional

Di Pileg 2019 ini, Golkar cuma berada di urutan ketiga berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count lembaga survei Indo Barometer. Raihan suara Golkar bahkan terpaut cukup jauh dari PDIP, yang meraup suara terbanyak.

Posisi Golkar bahkan harus terlempar ke urutan ketiga karena perolehan suaranya masih lebih minim dari Gerindra.

Berdasarkan hasil quick count Indo Barometer dengan data masuk lebih dari 91 persen lebih, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mencatatkan persentase tertinggi di antara 19 parpol lainnya.

Perolehan suara parpol berlogo banteng itu mencapai 20,78 persen se-Sumut. Disusul Partai Gerindra di urutan kedua dengan persentase 15,24 dan Golkar sebesar 11,50 persen.

Sementara partai paling sedikit meraih suara di Sumut adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan angka 0,18 persen.

Berikut hasil quick count Pileg 2019 di Sumut versi Indo Barometer, dikutip Tribun Medan.com, Senin (22/4/2019) pukul 14.00 WIB:

PKB: 3,20 persen
Gerindra: 15,24 persen
PDIP: 20,78 persen
Golkar: 11,50 persen
NasDem: 9,33 persen
Partai Garuda: 0,32 persen
Partai Berkarya: 1,27 persen
PKS: 11,33 persen
Perindo: 3,42 persen
PPP: 3,69 persen
PSI: 1,69 persen
PAN: 9,19 persen
Hanura: 2,07 persen
Demokrat: 5,93 persen
PBB: 0,85 persen
PKPI: 0,18 persen

Adapun hasil Pileg 2014 di Sumut adalah:
1. Golkar: 1.004.498 (16,40%)
2. PDIP: 956.428 (15,62%)
3. Gerindra: 816.642 (13,33%)
4. Demokrat: 728.699 (11,90%)
5. PAN: 500.672 (8,18%)
6. Hanura: 465.139 (7,59%)
7. PKS: 441.565 (7,21%)
8. Nasdem: 412.448 (6,73%)
9. PPP: 314.944 (5,14%)
10. PKB: 255.058 (4,16%)
11. PBB: 129.700 (2,12%)
12. PKPI: 98.566 (1,61%)

Jumlah Kursi Sumut

Dalam Pileg 2019, total ada 414 caleg dari 16 partai di Sumut memperebutkan 30 kursi DPR RI.

Wlayah pemilihan dibagi ke dalam tiga daerah pemilihan (Dapil). Yakni Dapil I Sumut yang meliputi Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi.

Kemudian Dapil II meliputi 19 kota/kabupaten di antaranya Labuhanbatu, Kota Sibolga, hingga Nias Barat.

Sementara di Dapil III, ada 10 kota/kabupaten yang di antaranya Asahan, Karo, Langkat, dan Batu Bara.

Pemilih yang berada di Dapil I dapat memilih satu dari 140 caleg yang ada di surat suara. Sebanyak 140 caleg itu akan bersaing memperebutkan 10 kursi DPR RI. Artinya, 1 kursi DPR RI akan diperebutkan paling tidak oleh 14 orang di dapil tersebut.

Sementara alokasi kursi DPRD Provinsi Sumut pada Pileg 2019 tetap berjumlah 100 kursi. Alokasi ini sama dengan Pileg 2014.

Metode Sainte Lague
Pada Pileg 2019 ini, metode konversi perolehan suara partai ke kursi DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota pada Pileg 2019 ini menggunakan metode Sainte Lague.

Metode ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya yang menggunakan metode Kuota Hare yang memakai metode BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dalam menentukan jumlah kursi.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar menjelaskan aturan mengenai metode Sainte Lague tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.

Yaitu dalam Pasal 414 ayat (1), disebutkan bahwa setiap partai politik peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara sebesar 4 persen.

Sementara itu, untuk penentuan kursi DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, seluruh partai politik akan dilibatkan.

Setelah memenuhi ambang batas atau parliamentary threshold perolehan suara partai tersebut akan dikonversi menjadi kursi di DPR RI pada setiap daerah pemilihan (Dapil).

Bahtiar mengungkapkan, dalam metode Sainte Lague, teknik penghitungan Divisor tidak menerapkan harga satu kursi sebagai bilangan pembagi untuk mencari perolehan kursi masing-masing partai.

Metode ini memiliki bilangan tetap untuk membagi perolehan suara masing-masing partai.

Baca Juga: Hindari Kehancuran, Kader Senior Desak DPP Ambil Alih Kepengurusan Golkar Sumut

Logika yang dipakai adalah bahwa partai yang memperoleh suara tertinggi dari hasil pembagian diurutkan sesuai dengan alokasi kursi yang disediakan dalam satu Dapil yang berhak memperoleh kursi.

Teknik penghitungan suara Divisor Sainte Lague yang menerapkan bilangan pembagi suara berangka mulai 1,3,5,7, dan seterusnya, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 415 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. [tribunnews]

fokus berita : #Golkar Sumut


Kategori Berita Golkar Lainnya