20 Agustus 2017

Wah! Golkar NTT Sebut Penetapan Cagub Melki Laka Lena Pembohongan Publik

Berita Golkar - Surat yang ditandatangani Mustafa M Radja, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemenangan Pemilu Indonesia II yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusra Bali, Maluku & Maluku Utara serta Papua & Papua Barat,  Sabtu (19/8/2017), yang berisi tujuh poin keputusan rapat tim pilkada pusat terkait calon/pasangan calon beberapa pilkada se-Indonesia khususnya calon kepala daerah/wakil kepala daerah pada Pemilihan Gubernur NTT, tidak diakui oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTT.

Bahkan DPD I PG NTT menganggap informasi tersebut sebagai pembohongan publik.

Wakil Ketua Media dan Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar NTT, Laurensius Leba Tukan mengatakan, informasi tentang keputusan DPP Partai Golkar itu tidak benar.  Alasannya, sampai saat ini masih dilakukan survei calon yang akan diusung Partai Golkar pada Pilgub NTT 2018.

 "Menyikapi berbagai informasi yang beredar tentang kondisi politik di Golkar NTT, dapat dijelaskan bahwa informasi tersebut sebagai pembohongan publik," kata Laurensius.

Menurut Laurensius, yang benar adalah bahwa Korwil Golkar Bali, NTB dan NTT Bapak Gus Adi baru saja memimpin rapat dengan seluruh pengurus DPD Golkar Provinsi NTT beserta 10 kabupaten di NTT yang ikut Pilkada 2018.

Dalam rapat itu disepakati bahwa survei baru akan diselenggarakan setelah dana survei disetor kepada lembaga survei.

"Perkembangan terakhir dana survei baru selesai ditransfer ke lembaga survei pada tanggal 16 Agustus 2017, sehingga survei baru akan dilakukan setelah 17 Agustus. Hasil survei baru akan dilaporkan oleh lembaga survei tiga minggu ke depan," urai Laurensius.

Dikatakannya, setelah hasil survei diperoleh DPP Partai Golkar baru akan dilakukan rapat di DPP untuk penetapan calon.

"Jadi tidak benar kalau DPP telah menetapkan cagub/cawagub NTT. Gus Adi dalam rapat juga menegaskan bahwa jangan percaya terhadap semua informasi yang beredar sepanjang informasi tersebut tidak sesuai prosedur," ujarnya. [tribunnews]

fokus berita : #Melki Laka Lena