14 Mei 2019

Berita Golkar - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi disebut-sebut bakal menggantikan posisi Lukman Hakim Saifuddin sebagai Menteri Agama. Sejumlah isu memang menyeruak jelang Lebaran 2019.

Presiden Joko Widodo disebut-sebut bakal bongkar pasang sejumlah menteri Kabinet Kerja setelah Idul Fitri 2019. Musababnya sejumlah menteri terbelit kasus hukum yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama TGB pun muncul, disinyalir bakal menggeser Lukman Hakim yang menjadi saksi jual beli jabatan di lembaganya, Kementerian Agama (Kemenag).

Baca Juga: TGB Zainul Majdi Ajak Elit Politik Berikan Pernyataan Menyejukkan

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menanggapi isu TGB mengganti Lukman saat reshuffle kabinet. Dia menilai TGB kurang pas menempati kursi Menag lantaran rekam jejaknya pernah diperiksa KPK dalam kasus divestasi PT Newmont Nusa Tenggara. "(TGB) Agak kurang bagus karena pernah diperiksa KPK terkait divestasi Newmont," kata Boyamin, Senin, (13/5/2019).

Pertimbangan lainnya, kata Boyamin, jika terjadi resuffle maka nama yang kembali menempati kursi Menag sepatutnya berasal dari kader PPP. TGB diketahui merupakan elit Partai Golkar. Jika dipaksakan maka akan menimbulkan polemik antar partai di koalisi petahana.

"Sebaiknya berasal dari PPP atau sekalian bukan dari parpol. TGP dari Golkar, sehingga jika dipaksakan sebagai pengganti maka akan menimbulkan gejolak partai pendukung Jokowi yang tentunya akan menimbulkan masalah baru," urai Boyamin.

Peneliti Bidang Perkembangan Politik Nasional LIPI Aisah Putri Budiarti mempertebal isu lengsernya Lukman Hakim dalam waktu dekat. Serupa dengan Boyamin, kasus yang menimpa Lukman menjadi dasar resuffle akan dilakukan Jokowi. "Sangat dimungkinkan untuk ada reshuffle. Menteri agama yang diduga terlibat kasus korupsi," kata Aisah kepada Tagar, Selasa 14 Mei 2019.

Kasus yang menimpa Lukman, lanjut Aisah, telah membuka mata publik. Langkah sang Menag ke Senayan lewat Pemilu 2019 akhirnya gagal. Cerdiknya masyarakat dalam melihat rekam jejak pemimpinnya yang tersangkut skandal korupsi patut diperhatikan Jokowi sebagai tolak ukur penilaian terhadap kabinetnya.

"Saat ini publik telah cerdas, dan memiliki semangat anti-korupsi yang tinggi. Dibuktikan misalnya dengan tidak terpilih (nya) Menag (Lukman Hakim) dalam pemilu dan perolehan suara PPP turun. Jika publik terus memperhatikan isu ini dan hal ini dapat mencoreng penilaian kerja kabinet Jokowi, maka pergantian sangat mungkin terjadi," ujar Aisah.

Baca Juga: TGB Zainul Majdi Nilai Lembaga Survei Yang Menangkan Jokowi Terpercaya

Meski memprediksi bakal ada resuffle, Aisah menutup diri ketika ditanya soal isu TGB bakal menggantikan Lukman Hakim. Dia hanya menyarankan jika terjadi bongkar pasang mentri sebaiknya sosok pengganti berasal dari lembaga terkait. Dengan alasan lebih menguasai permasalahan.

"Sebagai salah satu opsi yang baik dalam meningkatkan efektivitas menteri baru adalah dengan memilih pengganti yang punya track record bekerja di kementerian terkait, atau setidaknya paham dengan isu atau program kerja kementerian terkait," tandas Aisah. [tagar]

fokus berita : #TGB Zainul Majdi


Kategori Berita Golkar Lainnya